AALI
9650
ABBA
248
ABDA
0
ABMM
2350
ACES
785
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7125
ADHI
800
ADMF
8050
ADMG
175
ADRO
2870
AGAR
320
AGII
2080
AGRO
700
AGRO-R
0
AGRS
121
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1500
AKRA
1035
AKSI
294
ALDO
875
ALKA
296
ALMI
306
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
531.18
-1.2%
-6.43
IHSG
6942.35
-0.77%
-54.11
LQ45
995.71
-1.18%
-11.93
HSI
21996.89
-1.88%
-422.08
N225
26804.60
-0.91%
-244.87
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,890
USD/IDR 14,848
Emas
867,193 / gram

Hindari Default, Putin Perintahkan Pelunasan Obligasi Dolar Pakai Rubel

ECONOMICS
Yulistyo Pratomo
Jum'at, 24 Juni 2022 00:05 WIB
Agar tidak melampaui masa jatuh tempo, Rusia memutuskan untuk melakukan pelunasan obligasi dolar dengan mata uang rubel.
Hindari Default, Putin Perintahkan Pelunasan Obligasi Dolar Pakai Rubel. (Foto: MNC Media)
Hindari Default, Putin Perintahkan Pelunasan Obligasi Dolar Pakai Rubel. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Agar tidak melampaui masa jatuh tempo, Rusia memutuskan untuk melakukan pelunasan obligasi dolar dengan mata uang rubel. Langkah ini perlu dilakukan agar posisi utang negara Beruang Merah tersebut tidak dianggap default atau gagal bayar.

Kementerian Keuangan Rusia menegaskan telah memenuhi kewajiban pada Eurobonds berdenominasi dua dolar "secara penuh" dengan mengirimkan pembayaran bunga dalam rubel ke National Settlement Depository, demikian dikutip dari Reuters, Kamis (23/6/2022).

Rusia sendiri telah berjuang untuk melakukan pembayaran obligasi internasional senilai USD40 miliar sejak terkena sanksi besar-besaran oleh Amerika Serikat dan sekutunya NATO atas invasi pada 24 Februari lalu ke Ukraina.

Pembayaran terakhir sebesar 12,51 miliar rubel (USD234,5 juta) yang jatuh tempo pada dua Eurobonds pada 2027 dan 2047, di mana persyaratan pelunasan ini tidak memungkinkan pembayaran dalam mata uang Rusia.

"Kewajiban untuk melayani sekuritas negara Federasi Rusia dipenuhi oleh kementerian keuangan secara penuh," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Kedua obligasi berdenominasi dolar memiliki ketentuan di mana pembayaran dapat dilakukan dalam keadaan tertentu berbentuk euro, pound sterling atau franc Swiss. Namun, tidak ada pembayaran dengan mata uang rubel. Kedua masalah ini juga memiliki masa tenggang sampai dengan 30 hari untuk pembayaran.

Untuk mencegah default, dana harus dibayarkan dalam mata uang yang benar ke rekening pemegang obligasi dalam jangka waktu yang ditentukan.

Transfer uang terbaru ke National Settlement Depository (NSD) datang setelah Presiden Vladimir Putin menandatangani dekrit pada hari Rabu, di mana dia menetapkan prosedur sementara yang bertujuan memenuhi kewajiban utang luar negeri Rusia.

Kementerian mengatakan sedang transisi ke prosedur yang ditetapkan oleh keputusan, dan dana akan dicairkan dalam rubel ke NSD sebelum mencapai pemegang obligasi secara bertahap, tergantung pada jumlah sanksi.

Sementara pemegang Eurobond yang hak kepemilikannya terkandung dalam sistem keuangan negara akan dibayar dalam rubel, kepemilikan investor yang dananya tidak dapat ditransfer karena sanksi yang dikenakan pada Moskow perlu membuka rekening rubel di NSD untuk menerima dana tersebut.

Belum diketahui secara pasti apakah investor asing -banyak dari mereka harus menavigasi sanksi yang dikenakan oleh pemerintah mereka sendiri- akan bersedia atau bahkan diizinkan untuk membuka rekening tersebut.

"Masih belum jelas apakah agen pembayaran obligasi Rusia bekerja untuk pemerintah atau kreditur," kata profesor hukum di University of Virginia dan pakar restrukturisasi utang, Mitu Gulati.

"Pengacara Rusia memasukkan begitu banyak ranjau darat ke dalam kontrak, dan bahkan tidak jelas di yurisdiksi mana kreditur berpotensi menuntut negara," katanya.

Rusia berada di ambang default sejak Departemen Keuangan AS memutuskan pada Mei untuk tidak memperpanjang lisensi utama yang memungkinkan Moskow untuk tetap membayar pemegang obligasi meskipun ada sanksi.

Masa tenggang 30 hari untuk pembayaran bunga senilai USD71,25 juta dan 26,5 juta euro yang jatuh tempo pada 27 Mei berakhir pada Senin. Sementara Rusia memutuskan untuk mengirim uang itu ke agen pembayaran NSD sebelum keputusan Departemen Keuangan AS, tidak jelas apakah uang itu masuk lebih jauh ke rekening pemegang obligasi. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD