AALI
9350
ABBA
284
ABDA
0
ABMM
2420
ACES
735
ACST
199
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
790
ADMF
8125
ADMG
176
ADRO
3140
AGAR
322
AGII
2270
AGRO
775
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
104
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1565
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
750
ALKA
292
ALMI
302
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/16 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.37
1.12%
+6.01
IHSG
7131.52
0.54%
+38.24
LQ45
1015.93
1.01%
+10.14
HSI
19765.62
-1.37%
-275.24
N225
28868.91
-0.01%
-2.87
NYSE
15794.33
-0.06%
-10.05
Kurs
HKD/IDR 190
USD/IDR 14,725
Emas
843,472 / gram

Ikut Food Africa 2021, Kemendag Penetrasi Produk Mamin RI ke Mesir

ECONOMICS
Tia Komalasari/IDXChannel
Selasa, 14 Desember 2021 09:52 WIB
Kementerian Perdagangan berupaya melakukan penetrasi produk makanan dan minuman Indonesia di Mesir melalui gelaran Food Africa 2021.
Kementerian Perdagangan berupaya melakukan penetrasi produk makanan dan minuman Indonesia di Mesir melalui gelaran Food Africa 2021. (Foto: MNC Media)
Kementerian Perdagangan berupaya melakukan penetrasi produk makanan dan minuman Indonesia di Mesir melalui gelaran Food Africa 2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Kementerian Perdagangan berupaya melakukan penetrasi produk makanan dan minuman Indonesia di Mesir melalui gelaran Food Africa 2021.

Food Africa merupakan ajang untuk menampilkan berbagai produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia ke wilayah Afrika. Pada pameran Food Africa 2021, Paviliun Indonesia menampilkan 12 produk mamin Indonesia
diantaranya kopi, biskuit dan wafer, kacang salut, keripik, kakao, margarin, rempah-rempah, kelapa parut kering (dessicated coconut), bumbu masak, dan bawang goreng. 

Pameran Food Africa 2021 diikuti 20 negara, antara lain Mesir, India, Indonesia, Polandia, Rusia, Pakistan, Uni Emirat Arab, Jordan, Arab Saudi, Turki, Latvia, Tunisia, dan Ukraina.

“Keikutsertaan Indonesia pada Food Africa 2021 ini merupakan dukungan Kemendag pada program ‘Indonesia Spice up the World’ yang digagas Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi. Tujuannya memperluas pemasaran produk bumbu/pangan olahan dan rempah Indonesia serta mengembangkan restoran Indonesia di luar negeri atau sebagai bagian dari gastrodiplomasi restoran,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Didi Sumedi dalam siaran pers yang disampaikan Selasa (14/12/2021).

Didi menuturkan, Kemendag juga bekerja sama dengan Gabungan Produsen Makanan dan
Minuman Indonesia (GAPMMI) untuk menyeleksi pelaku usaha rempah yang akan ikut
berpartisipasi pada Food Africa ini.

“Melalui pameran ini, para pelaku usaha diharapkan dapat membuka pasar baru, membangun koneksi bisnis baru, bertemu langsung dengan calon buyer potensial dan distributor baru, serta mempromosikan produk baru kepada calon buyer,” ujar Didi.

Atase Perdagangan RI di Kairo, Irman Adhi Purwanto menambahkan, para pelaku usaha juga dapat bertukar pengalaman dan wawasan dengan para pelaku usaha yang hadir. “Selain itu, pelaku usaha dapat meningkatkan visibilitas bisnis, serta menemukan tren pasar dan teknologi baru di
industri makanan di Afrika, khususnya di wilayah MENA (Timur Tengah dan Afrika Utara/Middle East and North Africa),” ungkapnya.


Mesir merupakan pasar ekspor nonmigas Indonesia yang potensial. Hal ini terlihat dari peningkatan ekspor Indonesia ke Mesir pada Januari–September 2021 senilai USD 1,09 miliar, atau meningkat sebesar 45,94 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Produk-produk utama ekspor nonmigas Indonesia ke Mesir diantaranya minyak kelapa sawit dan turunannya, kopi, benang, besi baja, inti sawit, rempah-rempah, serta bumbu-bumbu. Sedangkan ekspor produk makanan olahan Indonesia pada periode Januari–September 2021 sebesar USD 21,38 juta atau meningkat sebesar 26,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.(TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD