AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Imbas PPKM, Pengelola dan Penyewa Mal di Malang Catat Kerugian Hampir Rp1 Triliun

ECONOMICS
Avirisda M/Kontributor
Selasa, 03 Agustus 2021 18:21 WIB
Penerapan PPKM level 4 berimbas pada kerugian miliaran rupiah yang dialami pengelola dan pelaku usaha di mal Malang raya.
Imbas PPKM, Pengelola dan Penyewa Mal di Malang Catat Kerugian Hampir Rp1 Triliun. (Foto: MNC Media)
Imbas PPKM, Pengelola dan Penyewa Mal di Malang Catat Kerugian Hampir Rp1 Triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Penerapan PPKM level 4 berimbas pada kerugian miliaran rupiah yang dialami pengelola dan pelaku usaha di mal Malang raya. Kerugian ini tercipta bahkan sejak pemberlakuan PPKM darurat sejak 3 Juli 2021, hingga awal Agustus 2021.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Malang Raya, Suwanto, mengakui sejak adanya penerapan PPKM darurat hampir setiap hari rugi ratusan juta hingga miliaran rupiah. Angka ini dihitung dari perputaran uang yang biasanya muncul sebelum PPKM darurat.

“Ratusan miliaran kerugian, dari transaksi seluruh mal di Malang raya, kami sudah kehilangan ratusan miliar,” kata Suwanto saat dikonfirmasi MNC Portal Indonesia, pada Selasa (3/8/2021).

Suwanto menerangkan, di pusat perbelanjaan yang dikelolanya Lippo Plaza Batu Mall setiap harinya setidaknya ada puluhan miliar rupiah kerugian yang dialaminya, selama satu bulan terakhir.

“Kalau di tempat saya nggak bisa ngukur pasti, tetapi per hari loss (rugi) di angka puluhan miliar. Harusnya bisa dapat income tapi nggak dapat apa-apa, dari transaksi tenant ke pengunjung juga,” ujar dia.

Setiap harinya dikatakan Suwanto, setidaknya Rp3-5 miliar kerugian dialami pengelola setiap mal. Bila di Malang raya terdapat 9 pusat perbelanjaan artinya ada kerugian Rp27 miliar setiap harinya. Sedangkan ada Rp837 miliar kerugian selama 30 hari dari para pengelola mal.

“Sebelum PPKM kelasnya hypermarket Rp600-800 juta sehari, Matahari separuhnya, belum kalau yang kecil-kecil. Itu satu mal, kalau dua mal, tiga mal, kalikan saja, kalau 9 mal saya nggak bisa membayangkan,” kata Suwanto.

“Satu hari sudah berapa miliar, satu mal saja Matos saja bisa yang hilang Rp3-5 miliar per hari, logikanya gitu detailnya nggak tahu, itu hitungan kasarnya. Belum di Batu, belum Transmart, belum yang lain. Itu dikalikan 30 hari tinggal berapa, ratusan miliar,” tambahnya.

Angka itu dikatakan Suwanto, masih terbilang kecil dibandingkan dengan Kota Surabaya. “Di Surabaya sudah triliunan, mal sudah besar-besar, kalau kami nggak sampai,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pemerintah pusat menetapkan kebijakan PPKM darurat yang diselenggarakan sejak 3-20 Juli 2021 karena tingginya kasus Covid-19 di Pulau Jawa Bali, berlanjut hingga 25 Juli 2021.

Selanjutnya pemerintah pusat memutuskan untuk memperpanjang PPKM darurat sejak 26 Juli, namun mengganti istilahnya menjadi PPKM level 3 dan 4. Seluruh Pulau Jawa Bali diputuskan untuk menjalankan PPKM level 4, sedangkan beberapa ada beberapa daerah di luar Jawa Bali yang juga menerapkan PPKM level 4 yang berlaku hingga 2 Agustus 2021.

Kemudian pemerintah pusat memutuskan memperpanjang PPKM level 3 dan 4, sekali lagi mulai 2 Agustus kemarin hingga 9 Agustus 2021, akibat masih tingginya kasus Covid-19.

Pada penerapan PPKM level 4 ini mal masih tetap tak diperbolehkan beroperasi. Pemerintah hanya memperbolehkan supermarket, restoran, dan pasar swalayan saja, yang diizinkan beroperasi hingga pukul 20.00 WIB, dengan kapasitas 50 persen pengunjung. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD