sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

INACA Desak Pemerintah Sesuaikan Tarif Penerbangan Imbas Konflik Timur Tengah

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
26/03/2026 17:19 WIB
INACA mendesak pemerintah untuk segera menyesuaikan tarif penerbangan domestik menyusul tekanan biaya operasional akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
INACA Desak Pemerintah Sesuaikan Tarif Penerbangan Imbas Konflik Timur Tengah (FOTO:iNews Media Group)
INACA Desak Pemerintah Sesuaikan Tarif Penerbangan Imbas Konflik Timur Tengah (FOTO:iNews Media Group)

Tidak hanya dari sisi biaya bahan bakar, dampak konflik juga dirasakan pada operasional penerbangan internasional. Sejumlah maskapai harus mengalihkan rute penerbangan untuk menghindari wilayah konflik di Timur Tengah dan Eropa, sehingga jarak tempuh menjadi lebih panjang dan biaya operasional meningkat.

Gangguan rantai pasok suku cadang pesawat turut memperburuk kondisi. Waktu pengiriman spare parts yang sebelumnya hanya 2–3 hari kini bisa mencapai 7–10 hari, dengan biaya logistik yang lebih tinggi.

Di sisi permintaan, INACA juga mencatat penurunan jumlah penumpang ke Timur Tengah, khususnya untuk perjalanan umrah, serta potensi penurunan wisatawan mancanegara dari kawasan Eropa dan Timur Tengah ke Indonesia.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, INACA mengajukan penyesuaian tarif kepada pemerintah, termasuk kenaikan fuel surcharge sebesar 15 persen dari ketentuan dalam KM 7 Tahun 2023. Selain itu, INACA juga mengusulkan kenaikan Tarif Batas Atas (TBA) tiket pesawat domestik sebesar 15 persen untuk pesawat jet maupun propeller, merujuk pada KM 106 Tahun 2019.

Tak hanya itu, asosiasi juga meminta dukungan stimulus sementara dari pemerintah, seperti penundaan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk avtur dan tiket domestik, keringanan biaya bandara, serta fleksibilitas pembayaran kewajiban maskapai.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement