Langkah strategis ini diyakini bakal mengeskalasi ruang gerak kemitraan antara Jepang bersama Indonesia dalam hal pengolahan sumber daya alam sekaligus kemajuan industri.
Pemerintah Jepang rupanya ikut mengendus peluang emas yang dimiliki Nusantara terkait perlindungan keamanan ekonomi (economic security), tak terkecuali andilnya dalam mematangkan rantai suplai bagi sektor teknologi tingkat tinggi layaknya komponen semikonduktor.
Adapun Kementerian Perindustrian mencatat milai investasi di sektor industri manufaktur tahun 2024 sebesar Rp721,2 triliun atau tembus 42,1 persen terhadap realisasi investasi nasional, naik 19,8 persen (year on year). Angka ini disebut pemerintah mencerminkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Indonesia, sekaligus potensi besar sektor manufaktur dalam mendukung perekonomian dalam negeri.
(kunthi fahmar sandy)