“Kita berbicara tentang bagaimana kita bisa meningkatkan kerja sama antara negara-negara dalam bidang perdagangan, investasi, hingga penelitian, dan sebagainya. Karena kesempatan sudah terbuka, terutama dalam situasi yang sulit ini, di tengah-tengah konflik, perang, dan krisis baru-baru ini, peran bilateral antara negara-negara akan menjadi peran yang sangat penting untuk bagaimana negara-negara ini memenuhi keinginan masyarakatnya,” kata dia.
Secara teknis, kedua negara membahas peluang perdagangan sejumlah komoditas strategis. Polandia mendorong ekspor produk seperti daging sapi, produk susu, gandum, hingga buah berry ke Indonesia. Sementara itu, Indonesia menekankan pentingnya pemenuhan standar kesehatan, sertifikasi veteriner, serta proses audit sebelum akses pasar diberikan.
Indonesia juga menyatakan kehati-hatian terhadap komoditas tertentu, seperti unggas, dengan mempertimbangkan aspek keamanan hayati dan perlindungan produksi dalam negeri. Meski demikian, peluang kerja sama tetap terbuka bagi komoditas lain yang memenuhi persyaratan teknis dan kebutuhan pasar domestik.
Sudaryono menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis karena berkaitan langsung dengan ketersediaan pangan masyarakat. Oleh karena itu, kerja sama ini diharapkan dapat mendukung upaya kedua negara dalam menjaga ketahanan pangan masing-masing.
“Terutama agrikultur yang sangat penting, karena agrikultur artinya makanan, bagaimana kita bisa mengamankan makanan kita untuk Indonesia, dan juga bagaimana negara lain, seperti Polandia juga bisa menjaga makanan mereka untuk mereka sendiri,” tegasnya.