sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Industri Tambang Temui Sejumlah Tantangan: Risiko Geopolitik dan Pemangkasan Produksi

Economics editor Dhera Arizona Pratiwi
11/04/2026 15:30 WIB
Sebab, peningkatan produksi mineral dan batu bara diyakini akan meningkatkan kekuatan ekonomi Indonesia dalam krisis global.
Industri Tambang Temui Sejumlah Tantangan: Risiko Geopolitik dan Pemangkasan Produksi. (Foto Istimewa)
Industri Tambang Temui Sejumlah Tantangan: Risiko Geopolitik dan Pemangkasan Produksi. (Foto Istimewa)

Selain itu, kenaikan harga nikel berpotensi berdampak terhadap daya saing industri baterai berbasis nikel di tengah persaingan dengan teknologi alternatif seperti Lithium Iron Phosphate (LFP). “Kalau kita mengendalikan supply, kan harapannya demand tetap, sehingga harga naik. Tapi begitu supply kita kendalikan, demand turun, harga juga tidak akan baik,” katanya.

Bernadus menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara peningkatan nilai komoditas dan keberlanjutan permintaan agar nikel tetap relevan sebagai motor transisi energi. “Jangan sampai kita berharap naik, tapi malah membunuh mimpi bahwa nikel itu akan jadi motor besar penggerak transisi energi,” kata Bernadus.

Ketua Umum Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) Priyadi Sutarso mengatakan, pengendalian atau pemangkasan produksi jika dilakukan mendadak tentu akan berdampak besar pada industri, sehingga perlu dipikirkan bersama-sama.

“Multiplier effect-nya besar sekali. Tidak hanya sekadar hitung-hitungan penerimaan negara melalui PNBP saja,” ujar Priyadi.

Multiplayer effect dari pemangkasan produksi, antara lain tenaga kerja. Bahkan, sudah ada rencana lay off tenaga kerja, khususnya dari perusahaan kontraktor tambang seiring rencana pemangkasan produksi dalam RKAB yang akan diputuskan pemerintah.

Halaman : 1 2 3 4 5 6
Advertisement
Advertisement