IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama komunitas pertambangan mengakui industri pertambangan nasional saat ini sedang menghadapi dua tantangan utama, yakni risiko geopolitik akibat perang dan juga regulasi. Maka itu, perlu ada kebijakan soal relaksasi produksi tambang agar bisa menghadapi masalah yang ada.
Sebab, peningkatan produksi mineral dan batu bara diyakini akan meningkatkan kekuatan ekonomi Indonesia dalam krisis global.
Sekretaris Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Siti Sumilah Rita Susilawati mengatakan, kondisi global saat ini bergerak tidak stabil dan sulit diprediksi.
“Kita tahu bahwa saat ini kita berada di dunia yang ritmenya itu sudah kita tidak ketahui dan enggak jelas lagi. Yang jelas tidak stabil,” katanya, dalam diskusi di Jakarta, ditulis Sabtu (11/4/2026).