AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Inflasi di Kota Surabaya Capai 0,20 Persen, Tertinggi Se-Jawa Timur

ECONOMICS
Lukman Hakim
Senin, 01 November 2021 15:29 WIB
Ibu kota Jawa Timur, Kota Surabaya, mencatatkan inflasi sebesar 0,20 persen.
Inflasi di Kota Surabaya Capai 0,20 Persen, Tertinggi Se-Jawa Timur. (Foto: MNC Media)
Inflasi di Kota Surabaya Capai 0,20 Persen, Tertinggi Se-Jawa Timur. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Ibu kota Jawa Timur, Kota Surabaya, mencatatkan inflasi sebesar 0,20 persen. Nilai tersebut menjadi yang paling tinggi untuk wilayah di ujung timur pulau Jawa tersebut.

Selama Oktober 2021, Indeks Harga Konsumen (IHK) inflasi di seluruh kota di Jawa Timur (Jatim) mengalami inflasi, Setelah Kota Surabaya Malang menyusul dengan 0,19 persen.

Kemudian Kediri 0,18 persen, Probolinggo 0,13 persen, Madiun 00,09 persen, Jember 0,04 persen, serta Banyuwangi dan Sumenep masing-masing sebesar 0,02 persen

Pemantauan terhadap perubahan harga pada tingkat konsumen selama bulan Oktober 2021 di delapan kota IHK Jatim menunjukkan adanya kenaikan harga yang cukup tinggi di sebagian komoditas yang dipantau. Hal ini mendorong terjadi kenaikan IHK sebesar 0,18 persen. Dari 105,96 pada bulan September 2021 menjadi 106,15 pada bulan Oktober 2021.

“Tingkat inflasi tahun kalender Oktober 2021 sebesar 1,39 persen. Sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2021 terhadap Oktober 2020) sebesar 2,13 persen,” kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Umar Sjaifudin dalam rilisnya, Senin (1/11/2021).

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang cukup tinggi, yang ditunjukkan oleh naiknya semua indeks kelompok pengeluaran. Dari sebelas kelompok pengeluaran, seluruhnya mengalami inflasi. Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,52 persen.

Diikuti makanan, minuman dan tembakau 0,31 persen, transportasi 0,22 persen, perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,15 persen, rekreasi, olahraga dan budaya 0,10 persen, pakaian dan alas kaki 0,09 persen, perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dan kelompok kesehatan masing-masing 0,07 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,03 persen, dan pendidikan sebesar 0,02 persen.

“Kelompok yang mengalami inflasi terendah adalah informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen,” imbuh Umar. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD