Komoditas komponen inti yang dominan memberikan andil inflasi terutama emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, telepon seluler, pelumas atau oli mesin, dan juga laptop ataupun notebook. Komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 3,32 persen dengan andil inflasi sebesar 0,65 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah terutama bensin, tarif anggutan udara, sigaret kretek mesin atau SKM, dan juga bahan bakar rumah tangga.
Serta komponen untuk harga yang bergejolak mengalami inflasi tahunan sebesar 4,06 persen. Komponen ini memberikan andil inflasi sebesar 0,67 persen.
Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga bergejolak terutama daging ayam ras, beras, cabai rawit, daging sapi, dan juga cabai merah.
Menurut wilayah, secara tahunan seluruh provinsi mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Provinsi Maluku Utara yaitu sebesar 5,28 persen. Sedangkan inflasi terendah terjadi di Kalimantan Utara yaitu sebesar 2,17 persen.