Berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahunan utamanya didorong oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau dengan andil inflasi sebesar 1,13 persen, terutama didorong oleh daging ayam ras, ikan segar, minyak goreng, dan beras.
Kedua, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil inflasi sebesar 0,63 persen, terutama pada komoditas emas perhiasan.
"Dan yang ketiga, kelompok pengeluaran transportasi dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,58 persen, terutama dari bensin, tarif angkutan udara, dan juga pelumas atau oli mesin," kata Ateng.
Adapun BPS juga mencatat inflasi sebesar 0,21 persen secara bulanan (m-to-m) pada Agustus 2026, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 111,73 pada Juli 2026 menjadi 111,97 pada Agustus 2026.
Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulanan Agustus 2026 dengan andil sebesar 3,86 persen. Sementara itu, kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 1,13 persen.