AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Ini Alasan Erick Thohir Restrukrisasi Pertamina

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Rabu, 15 September 2021 14:54 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir memaparkan alasan pemegang saham melakukan restrukturisasi PT Pertamina (Persero).
Ini Alasan Erick Thohir Restrukrisasi Pertamina (FOTO:MNC Media)
Ini Alasan Erick Thohir Restrukrisasi Pertamina (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Menteri BUMN Erick Thohir memaparkan alasan pemegang saham melakukan restrukturisasi PT Pertamina (Persero). Adapun proses tersebut dilakukan melalui penandatanganan sejumlah dokumen legal atau legal end-state sejak awal September 2021 lalu. 

Pemegang saham mencatat proses restrukturisasi bertujuan untuk mendorong kinerja operasional enam subholding milik perseroan. Dimana, enam subholding baru itu sudah diresmikan usai penandatanganan legal end-state.  

"Kalau kita lihat kemarin restrukturisasi Pertamina tidak lain untuk memastikan para subholding ini fokus, tapi cara operasional lebih efisien dan menghasilkan operasional yang excellent, itu yang kita harapkan," ujar Erick saat program Special Dialogue IDX Channel, Rabu (15/9/2021).  

Adapun enam subholding Pertamina yang diresmikan pemegang saham adalah Upstream, Refining dan Petrochemical, Commercial and Trading, Gas, Integrated Marine Logistics, dan Power and New Renewable Energy. 

Ada berbagai pertimbangan Kementerian BUMN meminta subholding pelat merah itu terus menggenjot kinerjanya. Pada semester 1-2021, kinerja Subholding Upstream (sektor hulu) mencatat laba sebesar 1 miliar dolar AS atau 238 persen dari anggaran 2021. Efisiensi biaya operasional, 92 persen dari budget. Di Kalimantan Timur dan Jawa Barat, potensi cadangan minyak dan gas bumi meningkat hingga 204,7 juta barrel. 

Untuk kinerja Subholding Refinery and Petrochemical, laba pada semester 1 sebesar 322 juta dolar AS dengan profit margin 3,24 kali lebih besar dari budget. Sedangkan, kinerja Subholding Gas, laba di periode yang sama senilai 185 juta dolar AS atau 357 persen dari budget.  

Sementara, kinerja Subholding Commercial & Trading, realisasi Pertashop sebanyak 2.547 unit. Pengembangan digitalisasi apps My Pertamina dengan registered user sebanyak 13,7 juta pengguna. 

Selanjutnya, kinerja Subholding Power & New Renewable Energy, laba semester 1 sebesar 56,8 juta dolar AS atau 150 persen dari budget. Efisiensi biaya operasional, 87 persen dari budget. 

Kinerja Subholding Shipping, laba semester 1 sebesar 73,4 juta dolar AS. Efisiensi biaya operasional, 82 persen dari anggaran. Vessel utilization sebesar 99,8 persen, atau meningkat 11 persen dari anggaran. 

"Kalau kita lihat dari hasil hasil jangka pendek yang sudah dilakukan subholding hari ini, alhamdulillah penemuan daripada daripada gas dan minyak itu kurang lebih ada yang baru 204 juta barrel, ini sesuatu yang luar biasa ketika kita sudah mulai dalam tahap kategori yang mulai impor minyak pada saat ini," ungkapnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD