Dia menjelaskan, peningkatan produksi beras merupakan hasil dari berbagai kebijakan pemerintah yang tepat. Mulai dari pembangunan irigasi, pompanisasi, perbaikan benih, hingga cetak sawah baru.
Dari pompanisasi misalnya, luas tanam padi dapat ditingkatkan. Sawah-sawah tadah hujan yang biasanya hanya panen sekali dalam setahun, jadi bisa panen dua kali dalam setahun. Tidak lagi bergantung pada musim hujan.
Dari pompanisasi lahan pertanian seluas 1 juta hektare saja, bisa diperoleh peningkatan produksi hingga 5 juta ton Gabah Kering Panen (GKP). Rata-rata hasil panen padi di Indonesia mencapai 5 juta ton GKP per hektare.
"Kita tanam hanya satu kali menjadi 2 kali karena pomponisasi. Naik lah 1 juta (hektare). Kalau 1 juta (hektare), itu (panen naik) 5 juta ton (GKP)," tutur Amran.
Peningkatan produksi juga diperoleh dari penanaman padi di lahan rawa yang sebelumnya tidak produktif. Penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) modern hingga perbaikan benih turut berperan penting.