"Ada alat mesin pertahanan dan seterusnya. Kemudian ekstensifikasi adalah cetak sawah 200 ribu hektare," ujar Amran. Kemudian untuk meningkatkan kesejahteraan petani, pemerintah berupaya menyediakan sarana-sarana produksi yang baik. Misalnya jaminan ketersediaan pupuk subsidi. Irigasi diperbaiki. Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk hasil panen petani dinaikkan.
Dampaknya, biaya produksi yang ditanggung petani turun. Petani jadi lebih semangat menanam. Hasil panen lebih melimpah dan harga jual lebih baik.
"Sarana produksi baik. (Harga) Pupuknya dikurangi 20 persen. Irigasinya kita perbaiki. Pompanisasi. Kemudian HPP-nya kita naikkan. Petani bersorak dan menikmati ini. Seluruh Indonesia, 115 juta keluarga petani. Kesejahteraannya lebih baik. Tentu daya belinya naik," kata Amran.
Hasilnya, menurut data BPS, Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai rekor tertinggi sebesar 125,45 pada Februari 2026. "Ini kata BPS, bisa dicek. Kalau data saya bisa subjektif. Tapi ini data BPS," tuturnya.
Stok cadangan beras pemerintah (CBP) pun menembus 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Amran mempersilakan para pengamat yang tidak percaya untuk mengecek sendiri ke gudang-gudang beras di seluruh Indonesia.