AALI
9900
ABBA
302
ABDA
6550
ABMM
1405
ACES
1280
ACST
193
ACST-R
0
ADES
3430
ADHI
835
ADMF
7625
ADMG
180
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1400
AGRO
1250
AGRO-R
0
AGRS
157
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1115
AKRA
795
AKSI
705
ALDO
1295
ALKA
298
ALMI
0
ALTO
256
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.40
-1.23%
-6.31
IHSG
6663.45
-0.94%
-62.92
LQ45
948.59
-1.16%
-11.18
HSI
24709.09
-1.03%
-256.46
N225
27446.70
-0.28%
-75.56
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
846,663 / gram

Intip Produk Indonesia yang Bakal Kepung Pasar Asing, Ada Manggis hingga Kopi

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Kamis, 02 Desember 2021 07:12 WIB
Adapun produk Indonesia tersebut yaitu nanas kaleng, manggis, produk buah lainnya, sarang burung walet
Intip Produk Indonesia yang Bakal Kepung Pasar Asing, Ada Manggis hingga Kopi (FOTO:MNC Media)
Intip Produk Indonesia yang Bakal Kepung Pasar Asing, Ada Manggis hingga Kopi (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Berbagai produk Indonesia bakal membanjiri pasar China. Sebab, pelaku usaha Indonesia dan China sepakat melakukan kerja sama bisnis yang dituangkan dalam penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan Letter of Intent (LoI) senilai USD 1,43 miliar.  

Adapun produk Indonesia tersebut yaitu nanas kaleng, manggis, produk buah lainnya, sarang burung walet, kopi, produk pertanian, makanan dan minuman, elektronik, pasir kuarsa, dan kayu ringan (balsa wood). 

Penandatanganan MoU dan LoI ini merupakan tindak lanjut dari Trade Expo Indonesia Digital Edition (TEI-DE) 2021 yang digelar pada 21 Oktober—4 November 2021 secara interaktif dan secara showcase akan berakhir pada 20 Desember 2021. 

Wamendag menyampaikan, penandatanganan kerja sama menjadi batu loncatan untuk meningkatkan pertumbuhan perdagangan dan mengembangkan hubungan kemitraan antara Indonesia dan Tiongkok. 

“Melalui kesepakatan dagang ini diharapkan kedua pihak dapat saling bersinergi untuk mendorong peningkatan nilai perdagangan kedua negara,” ujar Wamendag. 

Dia juga mengapresiasi KBRI Beijing yang telah melakukan sosialisasi, promosi, dan penjajakan bisnis sebagai tindak lanjut gelaran TEI-DE 2021.  

Sebelumnya, pameran ini telah menghasilkan berbagai kesepakatan dan komitmen dagang antara pelaku usaha Indonesia dengan mitranya.  

Di antaranya, penandatanganan MoU dengan pelaku usaha Tiongkok untuk produk bambusae concretio silicea (bahan baku herbal tradisional China) senilai USD 100 juta saat pembukaan TEI-DE pada 21 Oktober lalu.  

Selain itu, penandatanganan MoU untuk beragam produk senilai USD 150 juta di KBRI Beijing pada 11 November 2021. 

“Saya menyampaikan selamat kepada perusahaan Indonesia yang telah berhasil mencapai kesepakatan bisnis dan mengapresiasi importir Tiongkok yang telah berkomitmen membangun bisnis jangka panjang dengan Indonesia,” tandas Wamendag. 

Sementara dalam laporannya Didi mengungkapkan, hingga saat ini gelaran TEI-DE 2021 telah mencatatkan transaksi lebih dari USD 6 miliar. Pada gelaran ini, transaksi dengan mitra dagang Tiongkok telah mencapai USD 1,78 miliar atau 29,6 persen dari total transaksi. 

“Keberhasilan transaksi TEI yang telah melampaui target merupakan berkat kerja keras berbagai pihak, termasuk Perwakilan Perdagangan RI yang berhasil menjaring buyer. Diharapkan perolehan transaksi akan semakin besar di masa yang akan datang,” kata Didi. 

Pada periode Januari–September 2021 total perdagangan Indonesia Tiongkok mencapai USD 75,88 miliar, naik 50,92 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.  

Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Tiongkok tercatat sebesar USD 36,29 miliar sedangkan impor Indonesia dari Tiongkok sebesar USD 39,49 miliar. 

Produk/komoditas ekspor utama Indonesia ke Tiongkok diantaranya nikel, batubara, lignite, minyak nabati, dan baja. Sementara impor Indonesia dari Tiongkok diantaranya suku cadang alat transmisi, vaksin, produk dan suku cadang elektronik, bawang putih, serta produk besi baja.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD