"Tolong agar para pelaku usaha mengingatkan kepada para distributornya untuk tidak membuat harga bergerak melebihi ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Distributor yang ada di tengah rantai pasok juga harus taat dan tertib," ujar dia.
Senada, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda menyampaikan, pemerintah juga telah melakukan langkah pengendalian harga telur dan daging ayam ras menjelang Ramadan dan Idulfitri.
"Meminta kepada para produsen, baik perusahaan integrator maupun juga perusahaan peternakan dan koperasi termasuk produsen ayam broiler dan juga telur, untuk memastikan bahwa produksi dan pasokan ini cukup sesuai dengan kebutuhan. Kemudian juga kami juga meminta agar produsen dan distributor tidak melakukan penimbunan stok," katanya.
Dia juga meminta dinas terkait di daerah untuk memperketat pengawasan ketersediaan dan harga telur serta daging ayam, serta menindak tegas pelaku usaha yang terbukti menimbun stok.
Sebelumnya, peringatan telah dilontarkan oleh Kepala Bapanas yang juga menjabat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Baginya pemerintah telah melaksanakan imbauan jauh-jauh hari dan saat ini merupakan masa penindakan apabila masih ada yang melanggar.
"Tidak ada boleh pengusaha seluruh Indonesia menjual di atas HET. Kalau ada menjual di atas HET, Satgas Pangan Polri akan bekerja, bila perlu menindaknya. Tidak ada lagi kesempatan, karena sudah lama kita imbau-imbau. (Jadi) tidak boleh menjual di atas HET," ujar Amran.
(Dhera Arizona)