AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

KADIN Optimistis Ekonomi Indonesia Bakal Tumbuh 5,5 Persen di 2022

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Jum'at, 26 November 2021 07:12 WIB
KADIN optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus tumbuh pada 2022.
KADIN Optimistis Ekonomi Indonesia Bakal Tumbuh 5,5 Persen di 2022
KADIN Optimistis Ekonomi Indonesia Bakal Tumbuh 5,5 Persen di 2022

IDXChannel - Kamar Dagang dan Industri (KADIN) menyatakan optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus tumbuh pada 2022. Hal tersebut tercermin dari pemulihan ekonomi di tiap kuartal pada 2021, yang mencatatkan pertumbuhan positif di sektor-sektor andalan.

"Pertumbuhan dan pemulihan ekonomi di tahun 2022 akan lebih baik dibandingkan tahun ini. Tapi harus ditekankan, itu akan semakin terakselerasi seandainya kita berhasil menjadikan pandemi ini menjadi endemi. Jadi tetap, kuncinya ada di pemulihan kesehatan yang akan berimbas pada pemulihan dan kebangkitan ekonomi," kata Ketua Umum KADIN Indonesia, Arsjad Rasjid di Jakarta, Kamis (25/11/2021).

Kata Arsjad, KADIN Indonesia bersama pelaku usaha yang lain terus berupaya  membantu pemerintah meningkatkan kinerja ekonomi selama masa pandemi ini termasuk dengan pemulihan kesehatan. Bahkan KADIN Indonesia mempunyai tagline Perang Melawan Pandemi yang dalam artian menghadapi dua peperangan sekaligus.  

"Pertama perang melawan pandemi ini soal kesehatan, dimana KADIN Indonesia mengutamakan pada percepatan vaksinasi melalui Vaksinasi Gotong Royong, lalu membangun rumah oksigen dan rumah sakit darurat di beberapa wilayah untuk membantu percepatan penyaluran oksigen serta terus menyalurkan bantuan sosial berupa bahan pokok di beberapa titik wilayah bekerja sama dengan komunitas bisnis lainnya," jelas Ketum KADIN.

Sedangkan perang kedua, jelas Arsjad, lebih pada soal pemulihan dan strategi membangun kemandirian ekonomi pasca pandemi.

"Kuncinya ada pada kolaborasi dan sinergi. KADIN akan membantu pemerintah yang secara konsisten berusaha menciptakan sarana prasarana dan iklim yang baik untuk pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan," kata Arsjad.  

Saat ini, KADIN Indonesia melihat langkah pemerintah menciptakan iklim berusaha sudah sangat baik, misalnya melalui Undang-Undang Cipta Kerja, UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan hingga infrastruktur digital berupa akses internet ke seluruh penjuru negeri untuk menyongsong ekonomi digital.
 
"Pemulihan ekonomi kita terus tumbuh. Pada kuartal ketiga ini, PDB YoY tumbuh 3,51%. Lalu peningkatan ekspor sebesar 53% yang didorong oleh komoditas dan konsumsi ritel. Sama seperti pemerintah, KADIN Indonesia berharap dan akan membantu berkontribusi agar pertumbuhan ekonomi kita di tahun 2022 bisa mencapai angka 5,5% dan defisit anggaran mengecil menjadi 4,85%. Syaratnya, vaksin harus terus digencarkan karena itu kunci mengatasi pandemi dan memulihkan ekonomi," urainya.

Selain soal kesehatan sebagai tulang punggung pemulihan ekonomi dan mitra strategis pemerintah yang masuk dalam empat pilar utama KADIN Indonesia dalam menghadapi pandemi, masih ada dua pilar lain dari KADIN Indonesia yang bisa membantu pemerintah dalam memajukan Indonesia dan keluar dari situasi pandemi, yakni pembangunan ekonomi nasional melalui akselerasi pembangunan infrastruktur dan akses pengusaha daerah, lalu kewirausahaan dan kompetensi dengan menjadi jembatan bagi UMKM untuk naik kelas melalui pelatihan digitalisasi dan literasi keuangan.  

Arsjad Rasjid mengatakan ekonomi digital punya peran penting dalam memajukan perekonomian nasional. Saat ini, KADIN Indonesia, lanjut Arsjad, mencoba membantu pemerintah membangun ekosistem digital dengan menjalin kemitraan dengan startup digital dan membangun innovation hub bagi UMKM.

"Dari kacamata KADIN Indonesia, ekonomi digital ini akan terus tumbuh dan jadi tumpuan dalam perdagangan atau ekonomi global. Data kami mencatat, transformasi digital ini bisa menyerap lebih dari 50 juta pekerja di tahun 2025 dan mendorong pertumbuhan produktivitas tenaga kerja lebih dari USD 35 miliar. Belum lagi startup kita menarik investasi luar negeri miliaran dollar. Artinya, kita bisa jadi lokasi investasi digital paling unggul di Asia Tenggara," terangnya.  

KADIN Indonesia melihat peluang besar Indonesia untuk mengambil porsi ekonomi digital masih sangat terbuka besar, khususnya melalui pengembangan pertumbuhan UMKM. Saat ini, UMKM berperan penting dalam perekonomian nasional dengan berkontribusi pada 60% GDP dan menyediakan 97% lapangan kerja.

"Pemerintah bersama KADIN Indonesia bisa memfasilitasi akses UMKM ke pasar ekspor misalnya dengan insentif tarif atau pengurangan kuota impor, mempercepat akses keuangan atau memberikan hibah, mendorong adopsi industri 4.0 agar UMKM naik kelas melalui inkubasi dan pelatihan digitalisasi. Pandemi ini bisa menjadi momentum penggunaan teknologi digital untuk menuju ekosistem ekonomi digital yang luar biasa potensi ekonominya," pungkasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD