AALI
9725
ABBA
290
ABDA
7400
ABMM
1380
ACES
1330
ACST
191
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
820
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2250
AGAR
354
AGII
1435
AGRO
1350
AGRO-R
0
AGRS
168
AHAP
71
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
178
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1150
AKRA
785
AKSI
835
ALDO
1425
ALKA
334
ALMI
278
ALTO
252
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.52
-0.6%
-3.04
IHSG
6591.75
-0.34%
-22.31
LQ45
939.24
-0.59%
-5.58
HSI
24064.06
-0.2%
-48.72
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
16950.91
-1.56%
-268.15
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,548 / gram

Kantongi Izin, Pelita Air Service Belum Punya Rute Penerbangan Berjadwal

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Jum'at, 29 Oktober 2021 10:08 WIB
PT Pelita Air Service (PAS) belum menetapkan rute penerbangan domestik berjadwal.
PT Pelita Air Service (PAS) belum menetapkan rute penerbangan domestik berjadwal. (Foto: MNC Media)
PT Pelita Air Service (PAS) belum menetapkan rute penerbangan domestik berjadwal. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - PT Pelita Air Service (PAS) belum menetapkan rute penerbangan domestik berjadwal, meski maskapai penerbangan di bawah naungan PT Pertamina (Persero) itu telah mengantongi izin penerbangan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Direktur Utama PAS, Albert Burhan menyebut, rute penerbangan domestik masih dalam proses. Hal itu juga berlaku bagi pengurusan Air Operator Certificate (AOC) atau Sertifikat Operasi Penerbangan. 

"Masih dalam persiapan dan pengurusan (AOC). Belum (menetapkan rute penerbangan domestik)," ujar Albert, Jumat (29/10/2021). 

Selain menunggu perizinan Air Operator Certificate. Manajemen juga tengah menempuh sejumlah syarat penerbangan, misalnya, audit operasional hingga kajian kelayakan bisnis dan operasionalnya. 

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Novie Riyanto mencatat, pemberian izin penerbangan niaga berjadwal usai PAS memperoleh sertifikat standar yang diterbitkan secara Online Single Submission (OSS) RBA oleh Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Dimana, OSS dikeluarkan pada 19 Oktober 2021 lalu atas rekomendasi Kementerian Perhubungan. 

"Saat ini Pelita Air, sudah mempunyai izin usaha angkutan udara dalam negeri atau domestik," kata Novie. 

Meski begitu, PAS masih harus mengurus izin lainnya, seperti sertifikat AOC atau izin terbang. AOC sangat diperlukan karena Pelita Air sebelumnya hanya melayani penerbangan sewa atau carter. 

"Untuk menyelenggarakan operasionalnya, Pelita Air selanjutnya harus mengurus AOC dan penetapan pelaksanaan rute penerbangan," katanya. 

Untuk mendapatkan AOC, nantinya Kementerian Perhubungan akan mengecek kelengkapan dokumen perusahaan di antaranya armada dan rencana rute penerbangan. 

Peraturan Menteri Perhubungan 61 Tahun 2017 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS) bagian 121 dan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP 619 Tahun 2015 tentang petunjuk teknis prosedur penerbitan mencatat, perpanjangan atau perubahan sertifikat operator pesawat udara (AOC) maka dilakukan sertifikasi. 

"Tujuan sertifikasi untuk melihat kemampuan operator dalam hal penyiapan aspek Kelaikudaraan (maintenance) dan aspek pengoperasian pesawat udara (Flight Operation) serta pemenuhan peraturan guna operasional penerbangan berjadwal," ungkap dia. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD