"Mereka memiliki insentif yang kuat untuk terus membangun pembangkit batu bara," katanya kepada AFP.
Batu bara merupakan kontributor utama emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global, dan penghapusan bertahapnya sangat penting untuk mengatasi perubahan iklim.
Meningkatnya keterjangkauan dan kelimpahan energi terbarukan berarti tenaga surya dan angin kini dapat memenuhi permintaan listrik yang terus meningkat di dunia.
Hal itu membantu menurunkan produksi listrik dari batu bara secara global sebesar 0,6 persen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. (Wahyu Dwi Anggoro)