AALI
9425
ABBA
288
ABDA
6050
ABMM
2450
ACES
730
ACST
194
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
805
ADMF
8175
ADMG
175
ADRO
3160
AGAR
318
AGII
2200
AGRO
815
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
262
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1540
AKRA
1185
AKSI
270
ALDO
755
ALKA
300
ALMI
296
ALTO
191
Market Watch
Last updated : 2022/08/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.36
-0.62%
-3.33
IHSG
7093.28
-0.51%
-36.00
LQ45
1005.79
-0.62%
-6.25
HSI
20040.86
-0.67%
-134.76
N225
28871.78
1.14%
+324.80
NYSE
15794.33
-0.06%
-10.05
Kurs
HKD/IDR 1,877
USD/IDR 14,685
Emas
840,341 / gram

Kembali Marak, OJK Minta Masyarakat Waspadai Investasi Skema Ponzi

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Minggu, 14 Februari 2021 15:40 WIB
Charles Ponzi adalah pencetus skema Ponzi yang kemudian menjadi terkenal pada 1920. Dia melakukan penipuan dengan kerugian mencapai USD225 juta di masa sekarang
Kembali Marak, OJK Minta Masyarakat Waspadai Investasi Skema Ponzi (FOTO: MNC Media)
Kembali Marak, OJK Minta Masyarakat Waspadai Investasi Skema Ponzi (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Tawaran investasi dengan keuntungan yang besar dalam waktu singkat bisa membuat kita gelap mata dan menyesal dikemudian hari. 

Salah satunya, investasi berkedok skema Ponzi yang saat ini kerap kali terjadi. Melalui akun Instagramnya, OJK membeberkan bahwa, penipuan investasi dengan skema ini bermula dari penipuan di Italia oleh Charles Ponzi yang merupakan seorang pria asal Italia. 

Charles Ponzi adalah pencetus skema Ponzi yang kemudian menjadi terkenal pada 1920. Dia melakukan penipuan dengan kerugian mencapai USD225 juta di masa sekarang.

"Pada saat ini modus Ponzi sering dilakukan oleh penipu yang mengiming-iming investor bisa memperoleh keuntungan dari sejumlah deposit uang yang disimpan. Investor juga akan diberikan bonus apabila dapat mengajak teman untuk ikut menggunakan aplikasi tersebut (sistem referal)," tulis dalam akun instagram OJK seperti dikutip, Minggu (14/2/2021). 

Berikut adalah  ciri-ciri skema ponzi yang bisa diantisipasi masyarakat, di antaranya: 

1. Menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat dan tanpa risiko. Namun, proses bisnis investasi yang tidak jelas. 

2. Produk investasi biasanya milik luar negeri. Staf penjualan mendapatkan komisi dalam merekrut orang, pada saat investor ingin menarik investasi, malah diiming-imingi investasi dengan bunga yang lebih tinggi. 

3. Mengundang calon investor dengan menggunakan tokoh masyarakat dan tokoh agama sebagai figur. Serta pengembalian macet di tengah-tengah. (Sandy)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD