AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Kukuh Impor Beras, Mendag: Stok di Bulog Terendah dalam Sejarah

ECONOMICS
Ferdi Rantung/Sindonews
Sabtu, 20 Maret 2021 06:53 WIB
Mendag Muhammad Lutfi khawatir melihat stok beras di gudang Bulog saat ini jumlahnya terendah dalam sejarah.
Kukuh Impor Beras, Mendag: Stok di Bulog Terendah dalam Sejarah (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi bersikukuh melakukan impor beras sebanyak satu juta ton dalam waktu dekat. Pasalnya, dirinya khawatir melihat stok beras di gudang Bulog saat ini jumlahnya terendah dalam sejarah.

“Hitung-hitungan saya stok Bulog itu tidak mencapai 500.000.  Ini merupakan stok paling rendah dalam sejarah Bulog,” kata Lutfi dalam Konferensi Pers secara virtual, Jumat (19/3/2021).

Dengan stok serendah itu, kata Lutfi tentunya sangat meresahkan apabila terjadi lonjakan harga. Salah satu alasan pemerintah mengimpor beras saat ini karena sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Apalagi saat ini, sebagian stok beras di Bulog adalah stok beras sejak 2018, sehingga sudah mengalami penurunan kualitas.

Lutfi berharap, sampai pertengahan bulan Maret 2021 ini Bulog hanya bisa menyerap beras sebesar 85 ribu gabah petani.
“Ini yang membuat hati saya ngilu kalau pengadaan beras berjalan dengan baik, saya tidak ada masalah kita tidak Impor. Selama Bulog punya stok selama 1 juta ton,” ungkapnya.

Rendahnya penyerapan saat ini, kata Lutfi, bukan salah Bulog melainkan karena basahnya gabah dari petani yang disebabkan oleh curah hujan yang tinggi. Dia menuturkan Bulog mempunyai syarat tertentu dalam menerima gabah dari petani.

“Ada syarat dari Bulog, gabah harus kekeringannya sekian persen baru dihargai sebesar Rp42.000,” ungkap dia.

Menurutnya, saat ini seharusnya Bulog sudah menyerap kurang lebih 400 ribu ton. Meski begitu, Lutfi memastikan tidak ada impor saat panen raya.
“Saya pastikan tidak ada impor saat panen raya, dan tidak juga impor untuk menghancurkan harga petani. Karena memang belum Impor,” pungkasnya. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD