AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Larangan Dicabut, Garuda dan Lion Air Boleh Operasikan Pesawat Boeing 737 MAX

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Selasa, 28 Desember 2021 09:22 WIB
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktur Jenderal Perhubungan Udara telah mencabut larangan beroperasi pesawat Boeing 737-8 .
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktur Jenderal Perhubungan Udara telah mencabut larangan beroperasi pesawat  Boeing  737-8 . (Foto: MNC Media)
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktur Jenderal Perhubungan Udara telah mencabut larangan beroperasi pesawat Boeing 737-8 . (Foto: MNC Media)

IDXChannel —  Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktur Jenderal Perhubungan Udara telah mencabut larangan beroperasi pesawat  Boeing  737-8 (737 MAX) yang telah berlaku sejak 14 Maret 2019 lalu.

Direktur Jenderal Perhubungan Novie Riyanto mengatakan Pencabutan itu berdasakan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Nomor A4402/8/6/DRJU-DKPPU-2021 yang ditujukan kepada Direktur Utama PT Garuda Indonesia dan Direktur Utama PT Lion Mentari Airlines.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menetapkan pencabutan larangan beroperasi bagi seluruh pesawat udara Boeing 737-8 (737 MAX), yang dioperasikan oleh operator penerbangan Indonesia di wilayah ruang udara Republik indonesia dan berlaku sejak tanggal ditandatanganinya surat ini," Kata Novie dalam surat tersebut yang dikutip MPI, Selasa (28/12/2021). 

Dalam Surat tersebut  Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto telah menandatangani pada tanggal 27 Desember 2021 dengan tembusan kepada Menteri Perhubungan, Duta Besar AS untuk Indonesia, Direktur di Lingkungan DJPU, dan Direktur Utama LPPNPI.

Dalam keterangannya, Kemenhub telah menerbitkan perintah kelaikudaraan DGCA AD Nomor 21-12-001 dengan Subject: Air Transport Association (ATA) of America Code 22, Auto flight; 27, Flight controls; and 31, Indicating/recording systems yang berlaku efektif untuk pesawat 737-8 (737 MAX). 

“Perintah itu wajib dipatuhi oleh operator penerbangan sebelum mengoperasikan kembali pesawat tersebut,” pungkasnya.

Novie Riyanto menegaskan kedepan, untuk Operator Penerbangan wajib memenuhi ketentuan-ketentuan pengoperasian yang dipersyaratkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebelum dapat beroperasi secara komersial. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD