AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Mafia Tanah, Libatkan Ratusan Pegawai BPN hingga Punya Bekingan di Pengadilan!

ECONOMICS
Ahmad Hudayanto
Senin, 25 Oktober 2021 06:47 WIB
Para penjahat mafia tahah terbukti ada dan banyak membuat masyarakat kehilangan hak atas tanah yang dimilikinya.
Mafia Tanah, Libatkan Ratusan Pegawai BPN hingga Punya Bekingan di Pengadilan!
Mafia Tanah, Libatkan Ratusan Pegawai BPN hingga Punya Bekingan di Pengadilan!

IDXChannel - Para penjahat mafia tahah terbukti ada dan banyak membuat masyarakat kehilangan hak atas tanah yang dimilikinya. Mereka sangat kuat bahkan ratusan pegawai Badan Pertanahan Nasional terlibat sampai memiliki bekingan di pengadilan!

Bahkan, Kementerian Agrari dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sudah mengakui ini bahkan bila sudah berurusan dengan mafia tanah, urusannya pasti rumit.

IDXChannel merangkum beberapa fakta mengerikannya para mafia tanah ini dan apakah bisa mereka diberantas?

1. 125 Pegawai BPN Terlibat Mafia Tanah

Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian ATR/BPN Sunraizal memastikan, ratusan pegawai di kementeriannya sudah dihukum karena terbukti terlibat kasus mafia tanah, di mana sebagiannya bahkan sampai dipecat. 

"Ini bukan suatu kebanggaan, tapi kita akui kalau kita sudah menghukum 125 pegawai (terlibat kasus mafia tanah)," kata Sunraizal beberapa waktu lalu.

2. Pegawai BPN yang Terlibat Disanksi Berat

Sunraizal memastikan, para pegawai  BPN yang terlibat mafia tanah telah disanksi berat. 

"Tidak toleransi sama sekali terhadap hal ini, karena ini yang bikin kekacauan. Sehingga yang perlu kami tindak dengan hukuman berat itu ada 32 orang," ungkap Sunraizal. 

Selain itu, masih ada 53 orang lagi yang telah diputuskan mendapat hukuman disiplin tingkat sedang, dan 40 orang pegawai lainnya yang mendapatkan hukuman disiplin ringan. 

"Jadi itu semua adalah bentuk keseriusan kami. Maka kalau ada seseorang yang melanggar hukum, ditangani oleh penyidik, maka yang kita bantu adalah penyidiknya agar kasus-kasus tersebut segera selesai," ujarnya.

3. Modus Mafia Tanah Terbitkan SKT dan Girik Palsu

Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil menungkapkan, salah satu modus yang biasa dilakukan adalah dengan menerbitkan Surat Keterangan Tanah (SKT) yang diterbitkan oleh kelurahan. 

Sofyan juga menyebutkan cara kerja mafia tanah dengan kasus sengketa tanah dengan membawa surat girik palsu. Menurutnya girik itu sebagai bola liar. 

"Girik itu betul-betul bola liar. Girik itu bisa taruh di mana saja. Ada istilah kita itu 'surat cari tanah'," lanjut Sofyan.

4. Punya Bekingan di Pengadilan 

Jika sudah mengantongi girik, langkah selanjutnya yang biasa mafia tanah lakukan adalah menggugat status kepemilikan suatu lahan dengan girik tersebut. 

Karena para mafia tanah memiliki jaringan di pengadilan, mereka bisa memenangkan gugatan sengketa lahan. 

"Dia punya jaringan di pengadilan, kemudian akhirnya bisa menang, semakin harga tanah semakin mahal maka operasi mafia itu menjadi lebih intensif," ungkap Sofyan.

5. Salah Satu Korban Kasus Mafia Tanah: Ibu Mantan Wakil Menteri, Dino Patti Djalal 

Menteri ATR/BPM Sofyan Djalil mengutarakan contoh kasus yang beberapa waktu lalu sempat menimpa salah satu keluarga dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri ke-5, Dino Patti Djalal, yang sempat ramai diberitakan media. 

Dalam perkara itu, kata dia, ada mafia tanah yang datang dan berpura-pura ingin membeli rumah dengan mengakali sertifikat asli yang dimiliki si pemilik rumah. 

"Karena mau membeli rumah, dia minta sertifikat ya kan. Sertifikat ini dipalsukan atau kemudian dikasih uang muka, dimana, harga rumah Rp20 miliar namun dikasih uang muka Rp1 miliar saja. kemudian diberikan pinjaman sertifikatnya. Nah ini yang terjadi praktiknya," ujarnya. 

Untuk mencegah kejadian serupa, dia pun menyarankan kepada masyarakat yang ingin menjual rumah, namun tidak punya pengalaman agar jangan terburu-buru melakukan transaksi jual-beli secara mandiri.

(RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD