AALI
12150
ABBA
186
ABDA
6250
ABMM
3020
ACES
975
ACST
158
ACST-R
0
ADES
5850
ADHI
690
ADMF
8050
ADMG
180
ADRO
3100
AGAR
330
AGII
1965
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
125
AHAP
63
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
155
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
1020
AKSI
350
ALDO
895
ALKA
294
ALMI
290
ALTO
196
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.34
-0.54%
-2.93
IHSG
6883.42
-0.44%
-30.72
LQ45
1011.72
-0.41%
-4.21
HSI
20226.65
0.57%
+114.55
N225
26779.81
0.12%
+31.67
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
876,842 / gram

Menaker Ungkap Permintaan Pekerja Migran Indonesia untuk Sektor Formal Meroket

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Selasa, 25 Januari 2022 20:04 WIB
Menaker sebut pasar kerja baru pada sektor formal sangat tinggi.
Menaker sebut pasar kerja baru pada sektor formal sangat tinggi. (Foto: MNC Media)
Menaker sebut pasar kerja baru pada sektor formal sangat tinggi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengatakan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan sedang mendorong perluasan pasar kerja luar negeri di sektor formal. Hal tersebut sebagai respons atas banyaknya permintaan dari luar negeri terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI).

"Kita sedang mendorong agar memperluas kesempatan kerja. Alhamdulillah pasar kerja baru pada sektor formal luar biasa tinggi permintaannya," ucap Menaker saat menghadiri Rapat Kerja dengan Komite III DPD RI di Ruang Rapat Padjajaran Gedung B Lantai 2 DPD RI, Jakarta, Selasa (25/1/2022).

Menaker mengatakan, hingga kini pihaknya terus mendesain agar bisa memenuhi permintaan negara-negara Eropa, seperti Inggris dan Jerman untuk PMI di sektor formal. 

"Kalau dari kompetensi, mereka (PMI) sudah punya. Yang sekarang dibutuhkan adalah manambah kompetensi baru, terutama kompetensi bahasa. Kebutuhan nurse (perawat) di negara Eropa tinggi, di Inggris, di Jerman, dan beberapa negara di wilayah Eropa itu sangat butuh," ucapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, PMI dikenal sebagai pekerja yang baik di mata luar negeri. Namun, penilaian positif tersebut harus diikuti dengan kemampuan bahasa yang baik, sehingga bisa memenuhi permintaan negara-negara di Eropa guna mengisi sektor formal.

"Yang harus kita bangga, pekerja kita ini terkenal pekerja yang baik sebenarnya. Tinggal kita penuhi saja skill yang sangat dibutuhkan, yaitu kemampuan bahasa," ucapnya.

Dalam rangka meningkatkan kompetensi bahasa pekerja migran, katanya, Kemnaker pun terus mendorong pelatihan bahasa di Balai Latihan Kerja (BLK).

"Ini salah satu bentuk kita merespons kebutuhan pekerja formal yang ada tambahan skill berupa kompetensi bahasa," ucapnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD