Head of Research & Chief Economist PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rully Arya Wisnubroto mengatakan kondisi tersebut turut tercermin dari pergerakan pasar saham domestik.
Meski Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat, reli pasar dinilai belum sepenuhnya didukung saham-saham berfundamental besar maupun arus masuk investor asing.
"IHSG memang melanjutkan penguatan, tetapi kualitas reli masih terbatas. Kenaikan indeks lebih banyak ditopang saham-saham spekulatif, sementara investor asing masih mencatatkan net sell pada sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti TLKM, BBRI, dan ASII," ujar Rully.
Menurut Rully, kondisi tersebut menunjukkan pelaku pasar belum sepenuhnya menjadikan data pertumbuhan ekonomi sebagai katalis utama investasi. Sejumlah saham berfundamental kuat seperti TLKM, BBRI, BBCA, ASII, dan BMRI masih mengalami tekanan meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat lebih baik dari ekspektasi pasar.
"Kami melihat pasar saat ini tidak hanya memperhatikan besarnya angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mencermati kualitas dan keberlanjutan sumber pertumbuhan tersebut. Selama arus dana asing belum kembali dan saham-saham berkapitalisasi besar belum menunjukkan penguatan yang lebih merata, investor masih cenderung bersikap selektif," ujar Rully.