AALI
8475
ABBA
220
ABDA
6050
ABMM
4270
ACES
615
ACST
186
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
740
ADMF
8300
ADMG
169
ADRO
4100
AGAR
294
AGII
2220
AGRO
600
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
103
AIMS
240
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1405
AKSI
322
ALDO
670
ALKA
288
ALMI
388
ALTO
170
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.27
-0.05%
-0.27
IHSG
7076.62
0.02%
+1.24
LQ45
1010.68
-0.09%
-0.95
HSI
18012.15
-0.42%
-75.82
N225
27311.30
0.7%
+190.77
NYSE
0.00
-100%
-14319.50
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,185
Emas
841,686 / gram

Modus Investasi Crypto, Mantan TKW Ini Tipu Korban hingga Rp200 Miliar

ECONOMICS
Angga Rosa/Kontributor
Sabtu, 02 Juli 2022 10:15 WIB
Tersangka berhasil menipu ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia.
Modus Investasi Crypto, Mantan TKW Ini Tipu Korban hingga Rp200 Miliar (FOTO:MNC Media)
Modus Investasi Crypto, Mantan TKW Ini Tipu Korban hingga Rp200 Miliar (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Satreskrim Polres Kebumen mengungkap kasus penipuan dengan modus investasi crypto (uang digital) bodong.

Pelakunya yakni seorang wanita berinisial FT (36) warga Krandegan, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen.

Tersangka berhasil menipu ribuan orang dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan korbannya ada yang berada di Papua. Selama melakukan aksinya, tersangka yang diketahui sebagai mantan tenaga kerja wanita (TKW) ini, telah mengeruk uang dari para korban sekitar Rp200 miliar.

Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin menjelaskan, tersangka mulai bermain trading Crypto sejak 2020. Saat itu, tersangka masih bekerja di Hongkong. "Ketika memulai trading, tersangka mengeluarkan modal Rp5 juta dan berambisi untuk mendapatkan keuntungan yang banyak. Kemudian tersangka dmengajak banyak orang agar bergabung bersamanya," kata Kapolres saat konferensi pers kasus tersebut, Jumat (1/7/2022).

Dalam mengajak orang untuk bergabung dengannya, tersangka menjanjikan keuntungan 5 persen dari setiap uang yang diinvestasikan kepadanya setiap sepuluh hari. Bahkan untuk meyakinkan para korbannya, tersangka setiap dua bulan sekali mengadakan ghatering. Tujuannya agar para investor lebih semangat lagi menyetorkan uang kepadanya dan mengajak orang lain untuk bergabung.

"Tersangka berhasil menarik kurang lebih 2.800 orang investor. Mereka telah menyetor deposit mulai dari Rp1 juta hingga Rp2 miliar. Ternyata keuntungan yang diberikan tersangka kepada korban di awal adalah uang korban lain yang telah bergabung lebih dulu," terangnya.

Sebagian uang hasil tindak kejahatan itu, oleh tersangka digunakan untuk membeli barang-barang mewah, ruko, tanah dan lainnya. "Tersangka kami jerat dengan Pasal 378 KUHPidana dan atau 372 KUHPidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun dan Pasal 3 Juncto Pasal 2 Ayat (1) Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun dan denda denda paling banyak Rp10 miliar," tandas Kapolres.

Sementara itu, salah satu korban berinisial RZ (48) mengatakan, dia tertarik untuk ikut trading yang dikelola tersangka karena tergiur keuntungan besar. Dia mendaftar sebagai investor di Kantor Plan Titip Trading PTT Fitri Crypto di Desa Sitiadi Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen pada 23 Juli 2021.

Mulai saat itu, RZ terus menambah saldo karena tergiur iming-iming mendapatkan keuntungan besar. "Total uang yang saya serahkan Rp1,6 miliar," ujarnya.

Tetapi setelah 28 Maret 2022, korban tak lagi mendapatkan profit dari yang dijanjikan tersangka. Kemudian korban mempertanyakan tentang PTT Fitri Crypto yang dikelola oleh FT dan berniat menarik uang yang telah masuk ke rekening tersangka. Namun tidak bisa ditarik. 

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD