sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Neraca Dagang RI Surplus 70 Bulan Beruntun, Capai USD2,23 miliar hingga Februari 2026

Economics editor Anggie Ariesta
01/04/2026 12:09 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca perdagangan secara kumulatif periode Januari hingga Februari 2026 mencapai USD2,23 miliar.
Neraca Dagang RI Surplus 70 Bulan Beruntun, Capai USD2,23 miliar hingga Februari 2026. Foto: iNews Media Group.
Neraca Dagang RI Surplus 70 Bulan Beruntun, Capai USD2,23 miliar hingga Februari 2026. Foto: iNews Media Group.

China masih menjadi pasar ekspor utama komoditas nonmigas Indonesia dengan nilai mencapai USD10,46 miliar (24,69 persen), disusul Amerika Serikat (AS) sebesar USD5,00 miliar (11,81 persen), dan India sebesar USD3,11 miliar (7,35 persen).

Ekspor nonmigas ke China pada periode Januari-Februari 2026 didominasi oleh komoditas besi dan baja, nikel dan barang daripadanya, serta bahan bakar mineral.

Sementara ekspor ke Amerika Serikat didominasi mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya, alas kaki, pakaian dan aksesorisnya (rajutan).

Adapun nilai impor Indonesia secara kumulatif hingga Februari 2026 mencapai USD42,09 miliar, atau naik 14,44 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penyumbang utama masih berasal dari sektor nonmigas, dengan nilai impor USD36,93 miliar, naik 17,49 persen.

Sedangkan impor migas mengalami penurunan 3,50 persen menjadi USD5,16 miliar.

Dari sisi penggunaan, peningkatan impor periode Januari-Februari 2026 secara kumulatif terjadi baik pada barang modal, bahan baku/penolong, maupun barang konsumsi. Nilai impor barang modal mencapai USD9,10 miliar atau naik 34,44 persen.

Sedangkan nilai impor bahan baku/penolong mencapai USD29,40 miliar atau naik 9,27 persen.

Sepanjang periode Januari-Februari 2026, China menjadi negara utama asal impor nonmigas Indonesia dengan nilai USD15,68 miliar (42,46 persen), diikuti Australia dengan nilai USD2,07 miliar (5,60 persen), dan Singapura sebesar USD2,00 miliar (5,41 persen).

Selanjutnya, surplus perdagangan nonmigas hingga Februari 2026 sebagian besar ditopang oleh lima komoditas utama, yaitu lemak dan minyak hewan/nabati (USD6,49 miliar), bahan bakar mineral (USD4,01 miliar), besi dan baja (USD2,70 miliar), nikel dan barang daripadanya (USD1,97 miliar), serta alas kaki (USD0,99 miliar).

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement