sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

NH Group dan Grand Saleron Bangun Pabrik Truk Listrik di Cilegon, Investasi Rp10 Triliun

Economics editor Rohman Wibowo
17/04/2026 17:57 WIB
Investasi dilakukan melalui relokasi pabrik milik Cang Kuang Mining Machinery (CKMM) di China ke kawasan Krakatau Industrial Estate di Cilegon, Banten.
NH Group dan Grand Saleron Bangun Pabrik Truk Listrik di Cilegon, Investasi Rp10 Triliun. Foto: NH Group.
NH Group dan Grand Saleron Bangun Pabrik Truk Listrik di Cilegon, Investasi Rp10 Triliun. Foto: NH Group.

IDXChannel - Nusantara Halid Grup (NH Group) dan Grand Seleron Indonesia (GSI) mengucurkan investasi pabrik truk listrik pertama di Indonesia dengan nilai Rp10 triliun.

Investasi dilakukan melalui relokasi pabrik milik Cang Kuang Mining Machinery (CKMM) di China ke kawasan Krakatau Industrial Estate di Cilegon, Banten.
  
"NH Grup juga mengajak beberapa pabrik suku cadang terkait antara lain Global Mainstream Dynamic Energy Technology Ltd, pabrik Battery Energy Storage yang berlokasi di Changzhou, China menyuplai baterai untuk CKMM," ujar Direktur Utama PT Nusantara Halid, Andy Nursyam Halid, dalam keterangan tertulis, Jumat (17/4/2026).

Langkah ini diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Jual-beli Lahan Industri (PJLI) seluas 8 hektare antara PT Krakatau Sarana Infrastruktur (KSI) dan PT Almas Mandiri Anugerah (AMA), entitas anak usaha GSI, di Cilegon pada 26 Februari 2026. 

Ke depannya, area tersebut akan dikembangkan hingga mencapai 50 hektare, dengan alokasi investasi untuk pengadaan lahan saja menyentuh Rp1,2 triliun.

Pertimbangan anak usaha BUMN Krakatau Steel melego lahan lantaran melihat prospek korporat China dalam membangun industri truk listrik di Indonesia. 

Adapun KSI juga telah menyaksikan teknologi pengisian bahan bakar listrik yang efisien untuk armada truk di Pelabuhan Changzhou, di mana proses pengisian selama satu jam sanggup mendukung operasional truk hingga 12 jam.

Tak hanya itu, Nusantara Halid saat ini tengah melakukan penjajakan kerja sama dengan produsen baja raksasa, Hunan Iron & Steel Group (HISG). Kolaborasi ini ditujukan guna membantu Krakatau Steel dalam impor besi baja murni sebagai material utama pembuatan truk listrik, alat berat, dan tongkang. 

HISG sendiri merupakan perusahaan baja di Provinsi Hunan yang berdiri sejak 1997, dengan kapasitas produksi 30 juta ton per tahun serta didukung oleh 36.000 tenaga kerja. 

Perusahaan ini memiliki fundamental keuangan yang kuat, dengan total aset mencapai 200 miliar yuan dan pendapatan operasional sebesar 240 miliar yuan.

Selain itu, PT Nusantara Halid telah meresmikan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Global Mainstream Dynamic Energy Technology, Ltd. untuk memperluas penetrasi pasar Battery Energy Storage (BES) di Tanah Air.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement