Sementara itu, secara kumulatif ataupun sepanjang Januari sampai dengan Juli 2026, total nilai ekspor mencapai USD167,03 miliar atau naik 4,43 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya.
Untuk nilai ekspor migas tercatat USD7,02 miliar atau turun sebesar 10,63 persen. Sementara itu, nilai ekspor nonmigas tercatat naik 5,21 persen senilai USD160,01 miliar.
"Peningkatan ekspor nonmigas tersebut utamanya pada nikel dan barang daripadanya, ini HS75, bahan bakar mineral, HS27, dan juga lemak dan minyak hewani nabati atau HS15," kata Ateng.
Menurut sektornya, peningkatan nilai ekspor nonmigas secara kumulatif terutama terjadi pada sektor industri pengolahan yang mengalami peningkatan sebesar 7,16 persen.
Sektor industri pengolahan juga menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor nonmigas sepanjang Januari sampai dengan Juli 2026 dengan andilnya sebesar 5,73 persen.