Ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar terutama pada produk olahan nikel, pada kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, kimia dasar organik lainnya, aluminium, serta juga minyak kelapa sawit.
Jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan utamanya, nilai ekspor nonmigas ke China tercatat sebesar USD40,62 miliar atau naik sebesar 18,01 persen jika dibandingkan pada kondisi Januari sampai dengan Juli tahun 2025.
Kenaikan ekspor nonmigas ke China utamanya pada nikel dan barang daripadanya, ini di HS75, lemak dan minyak hewani nabati, HS15, dan juga bahan bakar mineral pada HS27.
Kemudian, jika dibandingkan secara kumulatif dengan periode yang sama tahun yang lalu, maka pada Januari sampai dengan Juli 2026, ekspor nonmigas ke lima negara atau kawasan tujuan mengalami peningkatan. Namun, negara kawasan tujuan lainnya ini mengalami penurunan.
(NIA DEVIYANA)