Selain AS, tekanan juga datang dari Asia, di mana China masih bergulat dengan krisis sektor properti meski kinerja ekspornya tetap surplus.
Di sisi domestik, Kiki memaparkan data yang cukup melegakan. Ekonomi Indonesia pada kuartal IV-2025 tercatat tumbuh solid sebesar 5,39 persen (yoy), sehingga secara kumulatif pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025 mencapai 5,11 persen.
Beberapa indikator kunci dalam negeri juga menunjukkan performa yang positif seperti aktivitas manufaktur tetap berada dalam fase ekspansif pada awal 2026.
Kemudian Indeks Keyakinan Konsumen berada di zona optimis, meski mulai menunjukkan moderasi dan terdapat peningkatan pada inflasi headline, yang dipicu oleh efek basis krisis pangan dan rencana tahun sebelumnya.
“OJK menilai stabilitas sektor jasa keuangan tetap terjaga. Perekonomian global masih menunjukkan kinerja yang relatif baik, sejalan dengan penguatan kinerja manufaktur global dan tren pemulihan keyakinan konsumen,” ujar Kiki.