"Integrasi antara pembangkitan, penyimpanan, dan sistem manajemen energi menjadi pondasi penting untuk memastikan keandalan pasokan sekaligus efisiensi emisi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (5/1/2026).
Selain penguatan teknologi, SUN Energy juga akan memperluas kolaborasi lintas ekosistem dengan kawasan industri. Kerja sama ini mencakup pembangunan sistem energi terintegrasi, termasuk elektrifikasi armada kendaraan operasional serta pengembangan infrastruktur kendaraan listrik.
"Pendekatan ini memungkinkan industri mengelola energi dan emisi secara menyeluruh, dari sumber energi, penyimpanan, hingga mobilitas, sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang," lanjut Emmanuel.
Memasuki 2026, SUN Energy berencana melanjutkan penguatan perannya di sektor industri sekaligus memperluas keterlibatan di segmen Independent Power Producer (IPP) untuk mendukung pengembangan proyek energi surya berskala besar. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi perusahaan terhadap bauran energi nasional.
Sejalan dengan strategi tersebut, SUN Energy juga memperkuat ekosistem bisnis melalui integrasi SUN Mobility sebagai solusi elektrifikasi transportasi dan infrastruktur kendaraan listrik, serta SUN Terra yang berfokus pada pengelolaan dan optimalisasi sistem energi surya.