Menurut Indri, langkah strategis sengaja digagas untuk mengkaji keberhasilan integrasi antara kawasan industri, pusat riset, dan lingkungan hunian berkualitas tinggi dengan tata kota yang berkelanjutan.
Melalui benchmarking ini, direncanakan sistem perencanaan kota yang mampu mendukung daya tarik serta retensi talenta terampil, seperti para engineer, peneliti, dan keluarga mereka.
"Dengan demikian, KEK Industropolis Batang diharapkan dapat berkembang secara lebih menyeluruh, tidak hanya sebagai pusat kegiatan industri dan tempat bekerja, namun juga sebagai kawasan hunian yang ideal, melalui penerapan ruang terbuka hijau, sistem mobilitas yang efisien, serta pengelolaan energi dan lingkungan yang terintegrasi," ujar Indri.
Indri menjelaskan, hal ini merupakan wujud dari visi Proyek Strategis Nasional yang melampaui konsep kawasan industri konvensional, di mana KEK Industropolis Batang berkomitmen untuk bertransformasi menjadi pusat inovasi berkelanjutan.
Langkah ini disebutnya sejalan dengan target investasi forum yang secara khusus membidik sektor-sektor masa depan, meliputi ekosistem kendaraan listrik (EV Ecosystem), peralatan medis (Medical Device), elektronik, hingga energi terbarukan (Renewable Energy).