"Dalam upaya tersebut, Swiss merupakan mitra yang ideal dengan keunggulannya di bidang teknologi, inovasi, keberlanjutan, pembiayaan, logistik, dan akses pasar global," lanjutnya.
Sementara itu, Duta Besar Swiss Olivier Zehnder mengatakan, kolaborasi ini menjadi wadah untuk menghubungkan potensi sumber daya Indonesia dengan keahlian, modal, serta teknologi ramah lingkungan dari Swiss. Dia berharap kerja sama ini memberikan dampak positif bagi ekonomi kedua negara.
"Kami berharap kerja sama ini akan semakin mempererat kemitraan ekonomi kedua negara sekaligus menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat di Indonesia maupun Swiss," kata Zehnder.
Ruang lingkup nota kesepahaman ini mencakup fasilitasi investasi, penguatan rantai pasok berkelanjutan, pengembangan teknologi bersih serta pertukaran keahlian di bidang tata kelola industri hilir.
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari Expression of Interest yang disepakati pada 30 September 2025 dan sejalan dengan komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem industri hijau, termasuk baterai kendaraan listrik.
Catatan investasi menunjukkan hubungan ekonomi kedua negara terus bertumbuh. Sepanjang 2021 hingga triwulan I-2026, realisasi investasi Swiss di Indonesia mencapai sekitar USD1,33 miliar, yang terkonsentrasi pada industri makanan, kimia, farmasi, serta sektor logistik.
Selain itu, implementasi perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia–European Free Trade Association (IE-CEPA) juga telah memberikan kemudahan bagi dunia usaha dari kedua belah pihak.