sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pimpin Cetak 137 Ribu Hektare Sawah dan Oplah di Papua, Mentan Amran Tegaskan Semua Milik Rakyat

Economics editor Nur Ichsan Yuniarto
04/07/2026 14:02 WIB
Papua kini menjadi salah satu kawasan prioritas pengembangan pangan nasional.
Pimpin Cetak 137 Ribu Hektare Sawah dan Oplah di Papua, Mentan Amran Tegaskan Semua Milik Rakyat
Pimpin Cetak 137 Ribu Hektare Sawah dan Oplah di Papua, Mentan Amran Tegaskan Semua Milik Rakyat

Mentan Amran menegaskan program tersebut tidak mengambil hak masyarakat, justru dibangun untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat dan petani Papua.

“Program ini milik rakyat, milik masyarakat putra daerah Papua. Jangan ada yang mengatasnamakan masyarakat mengatakan tidak setuju, karena faktanya setelah program berjalan pendapatan masyarakat naik hingga 300 persen. Bahkan sekarang masyarakat justru meminta tambahan cetak sawah,” kata Amran.

Dia melanjutkan, pemerintah akan terus melanjutkan pengembangan kawasan pangan di Papua sesuai kebutuhan masyarakat. Bahkan, saat menerima laporan adanya kekurangan pasokan solar untuk mendukung operasional pertanian, Mentan Amran langsung berkoordinasi dengan Pertamina agar kebutuhan petani segera dipenuhi.

“Begitu mendapat laporan kekurangan solar, kami langsung berkoordinasi dengan Pertamina dan kuotanya siap ditambah. Yang penting kebutuhan petani terpenuhi agar aktivitas di lapangan tidak terganggu,” katanya.

Pimpin Cetak 137 Ribu Hektare Sawah dan Oplah di Papua, Mentan Amran Tegaskan Semua Milik Rakyat

Pimpin Cetak 137 Ribu Hektare Sawah dan Oplah di Papua, Mentan Amran Tegaskan Semua Milik Rakyat

Program pengembangan pertanian di Merauke juga mulai menunjukkan hasil nyata. Indeks pertanaman meningkat dari 1,05 menjadi 1,82–2,00, sementara produktivitas padi  juga turut melonjak. Produksi beras, luas panen, dan pendapatan petani pun terus mengalami peningkatan.

Mentan Amran mengatakan pemerintah tidak hanya membuka sawah baru, tetapi juga membangun ekosistem pertanian modern melalui penyediaan alat mesin pertanian, benih unggul, irigasi, brigade pangan, hingga pendampingan intensif kepada petani.

“Sekarang petani Merauke sudah mampu mengoperasikan alat pertanian modern. Teknologi yang digunakan negara-negara maju kini juga digunakan di Papua untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani,” katanya.

Sementara itu, Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, mengatakan Merauke menjadi tulang punggung pengembangan pangan di Tanah Papua. Dari total sekitar 84 ribu hektare program cetak sawah di Tanah Papua, lebih dari 48 ribu hektare berada di Kabupaten Merauke. Begitu pula program optimalisasi lahan, di mana sekitar 53 ribu hektare dari total 54 ribu hektare berada di Merauke.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement