AALI
10300
ABBA
416
ABDA
0
ABMM
1600
ACES
1465
ACST
288
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1200
ADMF
7925
ADMG
228
ADRO
1855
AGAR
352
AGII
1585
AGRO
1995
AGRO-R
0
AGRS
212
AHAP
64
AIMS
412
AIMS-W
0
AISA
242
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
645
AKRA
4400
AKSI
440
ALDO
720
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
304
Market Watch
Last updated : 2021/10/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.49
-0.29%
-1.52
IHSG
6657.38
-0.02%
-1.39
LQ45
973.63
-0.29%
-2.80
HSI
25516.82
0.42%
+107.07
N225
29153.64
0.44%
+128.18
NYSE
16862.00
-0.06%
-9.70
Kurs
HKD/IDR 1,810
USD/IDR 14,092
Emas
801,473 / gram

PPKM Darurat Diperpanjang, Waspada Ancaman Ledakan PHK Buruh

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Kamis, 22 Juli 2021 08:20 WIB
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengatakan perpanjangan PPKM Darurat bisa menyebabkan ledakan PHK terhadap ratusan ribu buruh
PPKM Darurat Diperpanjang, Waspada Ancaman Ledakan PHK Buruh. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengatakan perpanjangan PPKM Darurat bisa menyebabkan ledakan PHK terhadap ratusan ribu buruh. Sebab, proses produksi di pabrik tidak bisa dilakukan dengan cara WFH atau bekerja dari rumah.

“PPKM Darurat yang diperpanjang hingga 25 Juli 2021 berpotensi menyebabkan terjadinya ledakan PHK terhadap ratusan ribu buruh di industri manufaktur atau fabrikasi. Hal ini disebabkan, proses produksi di pabrik tidak bisa dilakukan dengan WFH atau bekerja dari rumah. Tetapi hanya bisa diliburkan dan pemberlakuan jam kerja bergilir,” kata Said Iqbal melalui pernyataan tertulis yang diterima MNC News Portal Indonesia, Kamis (22/07/2021). 

Dirinya memprediksi dalam beberapa pekan kedepan banyak buruh yang akan dirumahkan dengan pemotongan gaji dan banyak buruh yang terpapar covid-19.

“Oleh karena itu, dalam menerapkan kebijakan perpanjangan PPKM Darurat ini, pemerintah harus memperhatikan data dan fakta yang terjadi di pabrik. Sebab proses kerja di pabrik berbeda dengan pekerja yang bekerja di perkantoran, jasa, atau perdagangan yang bisa melakukan WFH.” Ujarnya.

Sementara di pabrik, yang bisa dilakukan adalah kerja bergilir dengan sistem kerja sehari libur sehari kerja.

Dia menyampaikan hal tersebut terjadi di sektor elektronik dan komponen, otomotif dan komponen, tekstil garmen sepatu, farmasi, bank, logistik, percetakan, industri semen, energi, kimia, hingga pertambangan.

“Pabrik-pabrik tersebut menyebar di Jabodetabek, Karawang, Purwakarta, Subang, Bandung, Semarang, Kendal, Jepara, Cilegon, Serang, Surabaya, Mojokerto, Pasuruan, Gresik, Batam, Karimun, Medan, Aceh, Makasar, Banjarmasin, Papua, Maluku, dan lain sebagainya,” tandasnya. (TYO)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD