“Saya dengan hormat meminta setiap negara anggota EAEU untuk menyelesaikan prosedur internalnya, sehingga kita dapat memanfaatkan perjanjian ini sesegera mungkin,” lanjutnya.
Menurut Prabowo, perjanjian tersebut merupakan arsitektur baru perdagangan di negara-negara berkembang (Global South). Perjanjian ini pun akan membuka akses bagi produsen Indonesia untuk memasarkan produknya ke lima pasar di kawasan Eurasia.
Sebaliknya, produsen dari negara-negara EAEU juga akan punya akses untuk memasarkan produknya ke lebih dari 290 juta konsumen Indonesia.
Perwakilan dunia bisnis dari Indonesia juga hadir dalam Forum tersebut untuk merealisasikan pengiriman perdana, mengidentifikasi calon pembeli, memastikan kesiapan logistik, serta membangun skema pembayaran yang sesuai dengan ketentuan FTA tersebut.
Indonesia pun berharap setelah skema tarif FTA mulai berlaku, maka semua barang, jalur distribusi, pembeli, dan kontrak perdagangan pun sudah siap untuk dilibatkan dalam implementasinya.