AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Pulihkan Ekonomi Nasional, Wapres Ajak Kembangkan Ekosistem Produk Halal

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Jum'at, 22 Oktober 2021 16:07 WIB
Wapres Maruf Amin mengajak semua pihak untuk fokus pada pengembangan halal value chain.
Wapres Maruf Amin mengajak semua pihak untuk fokus pada pengembangan halal value chain.  (Foto: MNC Media)
Wapres Maruf Amin mengajak semua pihak untuk fokus pada pengembangan halal value chain. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan bahwa saat ini Indonesia berada pada tahapan stabilisasi menuju pemulihan ekonomi yang masih rentan untuk kembali ke fase critical atau genting. Namun begitu dia mengatakan bahwa kondisi penanganan covid-19 yang cenderung membaik harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk pemulihan ekonomi.

“Di tengah kondisi ini kita harus dapat memanfaatkan semua peluang agar tidak kehilangan momentum percepatan pemulihan ekonomi yang terdampak pandemi covid-19,” katanya pada acara Halal Trade Forum, Trade Expo Indonesia Tahun 2021, Jumat (22/10/2021).

Maruf mengatakan untuk menghidupkan dan menggairahkan kembali perekonomian nasional maka perlu fokus pada sektor-sektor yang berpeluang tumbuh positif. Diantaranya adalah sektor makanan dan sektor pertanian, yang mana pertumbuhannya berada di atas pertumbuhan PDB nasional.

“Kedua sektor juga ini berada di urutan teratas dalam rantai nilai halal atau halal value chain (HVC). Ini artinya kita berada di jalur yang tepat untuk mengembangkan Indonesia sebagai Pusat rantai nilai halal Global,” ungkapnya.

Maruf pun mengajak semua pihak untuk fokus pada pengembangan halal value chain. Dia meminta untuk mengarahkan perhatian dan energi pada upaya-upaya mengembangkan Halal Value Chain. Salah satunya adalah dengan akselerasi sertifikasi halal

“(Lalu) menguasai ekosistem pendukung ekspor produk halal. Dimulai dari bahan baku, produksi, standar dan prosedur ekspor, hingga ke pemasaran,” ujarnya.

Dia juga meminta agar pihak-pihak terkait dapat membuka dan menangkap peluang ekspor produk halal di era pemulihan ekonomi saat ini. Kemudian juga perlu dilakukan kolaborasi dan integrasi usaha besar dengan koperasi dan UMKM.

“Indonesia tidak dapat menjadi pusat halal dunia jika kita hanya fokus pada, misalnya pengembangan keuangan dan perbankan syariah. Rantai nilai halal itu harus saling terintegrasi dan dikembangkan secara simultan mulai dari infrastruktur regulasi, pengembangan industri halal, keuangan syariah, dana sosial syariah, serta yang tidak kalah penting para pelaku usaha dan bisnis syariah,” pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD