"Terakhir kita ekspansi dari 2009 sampai 2020, lalu sempat resesi, dan sekarang kita masuk fase ekspansi lagi. Kalau kebijakannya tepat, kita bisa menjaga ekspansi sampai sekitar 2033," ujarnya.
Purbaya juga menyoroti indikator leading economic index yang menurutnya mencerminkan arah ekonomi 6–12 bulan ke depan. Setelah sempat melemah, indikator tersebut disebut mulai menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa bulan terakhir, sehingga memperkuat keyakinan terhadap prospek jangka menengah.
Dia menilai kondisi ini menjadi sinyal bahwa fundamental ekonomi domestik masih cukup kuat untuk menopang pertumbuhan lebih tinggi, asalkan kebijakan fiskal dan strategi pengelolaan ekonomi tetap konsisten dan responsif terhadap tantangan global.
Sekadar informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang pada Februari 2025. Jumlah itu bertambah 83,45 ribu jika dibandingkan periode Februari 2024.