Purbaya juga mengingatkan agar perbankan benar-benar menyalurkan dana tersebut ke sektor produktif, bukan sekadar memarkirnya di instrumen bank sentral.
"Angka terakhir kan 14 persen, harusnya dengan dorongannya uang tambahan itu bisa lebih tinggi lagi. Artinya ruang bagi perbankan untuk memberikan kredit semakin terbuka. Kita harapkan ke depan kita bisa jaga seperti itu terus," ujar Purbaya.
Merespons kebijakan tersebut, salah satu bank Himbara yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyatakan kesiapannya untuk mengoptimalkan penempatan dana tambahan tersebut. Bank pelat merah ini berkomitmen untuk menjaga mandat pemerintah dengan menyasar sektor-sektor yang memberikan dampak ekonomi luas.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menegaskan, prinsip kehati-hatian tetap menjadi prioritas utama dalam penyaluran dana tambahan ini ke sektor riil.
"Dana tersebut akan dikelola secara prudent dan disalurkan secara selektif ke sektor-sektor produktif, dengan fokus pada penguatan ekonomi berbasis kerakyatan," ujar Adhika dalam holding statement.
Bank Mandiri optimistis tambahan likuiditas ini akan memperkuat daya dukung perbankan terhadap dunia usaha, sekaligus memastikan stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga melalui proses penyaluran yang transparan dan efektif.
(Dhera Arizona)