Di tengah ketidakpastian perekonomian global, ketahanan ekonomi Jawa Barat tercatat tetap tangguh dengan pertumbuhan sebesar 5,73 persen secara tahunan dan 2,25 persen secara kuartalan pada triwulan II 2026, yang terutama disokong oleh geliat industri manufaktur.
Stabilitas harga di daerah juga terkendali dengan laju inflasi Juli 2026 sebesar 2,72 persen secara tahunan, dibarengi surplus neraca perdagangan periode Januari–Juli 2026 yang menembus USD 13,79 miliar.
Kinerja positif tersebut mempertegas fungsi APBN sebagai peredam kejut atau shock absorber sekaligus motor pendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Melalui peninjauan langsung ini, Menkeu memastikan tata kelola fiskal tetap berjalan secara akuntabel dan tepat sasaran.
“Yang kami pastikan adalah anggaran negara dikelola secara optimal, tepat sasaran, dan mampu menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional,” kata Purbaya. (Febrina Ratna Iskana)