Dalam outlook APBN 2026, pemerintah memperkirakan pendapatan negara mencapai Rp3.208,1 triliun atau 101,7 persen dari target APBN. Sementara itu, belanja negara diproyeksikan sebesar Rp3.942,4 triliun atau 102,6 persen dari pagu yang telah ditetapkan.
Dengan proyeksi tersebut, defisit APBN diperkirakan mencapai Rp734,3 triliun atau setara 2,85 persen terhadap PDB. Kebutuhan pembiayaan anggaran juga diproyeksikan sebesar Rp734,3 triliun.
Purbaya memastikan belanja negara tetap diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas pemerintah, antara lain Program Makan Bergizi Gratis (MBG), revitalisasi sekolah, Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat, serta Koperasi Desa Merah Putih.
Sementara itu, kinerja APBN hingga Semester I 2026 menunjukkan kondisi yang tetap terjaga. Pendapatan negara mencapai Rp1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target APBN, tumbuh 21,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Realisasi tersebut terdiri atas penerimaan perpajakan sebesar Rp1.187,8 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp271 triliun.
Di sisi belanja, realisasinya mencapai Rp1.656 triliun atau 43,1 persen dari pagu APBN, meningkat 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Belanja tersebut digunakan untuk mendukung Program MBG, bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, subsidi dan kompensasi, serta transfer ke daerah (TKD).