Purbaya mengeklaim saat ini kondisi pasar obligasi mulai menunjukkan tren positif seiring dengan kembalinya minat investor asing ke pasar domestik.
“Asing juga masuk sih. Ini kayaknya bond-nya sudah mulai stabil lagi. Dan kita lihat ke depan seperti apa. Tapi yang jelas kita monitor kondisi di pasar bond sekarang," ujar Purbaya.
Pemerintah juga mempertimbangkan opsi pembelian kembali (buyback) SBN di pasar sekunder. Purbaya telah memberikan instruksi kepada Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) untuk menyiapkan teknis pelaksanaan yang kemungkinan akan berjalan selama beberapa bulan ke depan.
Di sisi lain, Purbaya memastikan bahwa merosotnya nilai tukar rupiah ke level Rp17.500 per USD belum mengganggu postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), khususnya terkait subsidi energi.
Hal ini dikarenakan pemerintah telah melakukan simulasi risiko dengan parameter harga minyak yang cukup tinggi.