sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

RI-AS Sepakati Tarif 0 Persen, Daya Saing Industri Nasional Harus Diperkuat

Economics editor Dhera Arizona Pratiwi
08/03/2026 15:40 WIB
Ekonom Senior Indef Tauhid Ahmad mengingatkan manfaat dari tarif rendah tersebut sangat bergantung pada daya saing industri nasional.
RI-AS Sepakati Tarif 0 Persen, Daya Saing Industri Nasional Harus Diperkuat. (Foto Istimewa)
RI-AS Sepakati Tarif 0 Persen, Daya Saing Industri Nasional Harus Diperkuat. (Foto Istimewa)

Garda menambahkan, sektor-sektor unggulan perlu didukung dengan berbagai kebijakan strategis, termasuk kemudahan akses pembiayaan, dukungan logistik yang efisien, serta penguatan rantai pasok industri. Di sisi lain, sektor seperti tekstil, produk logam, dan mineral dinilai masih membutuhkan penguatan kapasitas agar dapat bersaing secara optimal di pasar global.

Direktur Public Affairs Praxis sekaligus Wakil Ketua Umum Public Affairs Forum Indonesia Sofyan Herbowo menjelaskan, kesiapan kapasitas industri akan menjadi faktor yang tidak kalah penting dibandingkan kebijakan tarif itu sendiri.

Menurutnya, beberapa komoditas unggulan Indonesia seperti CPO masih memiliki posisi kuat di pasar global.

“Indonesia masih menjadi salah satu produsen terbesar dunia untuk CPO sehingga memiliki pengaruh dalam pembentukan harga di pasar global,” ujar Sofyan.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement