AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24965.55
0.05%
+13.20
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
0.00
-100%
-16818.98
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

RI Miliki 'Harta Karun' Energi Terbesar ke-2 di Dunia, Intip Besarannya

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 24 September 2021 11:42 WIB
Besarnya potensi energi panas bumi menjadikan Indonesia memiliki harta karun terbesar kedua di dunia.
Panas bumi (Ilustrasi)
Panas bumi (Ilustrasi)

IDXChannel - Besarnya potensi energi panas bumi menjadikan Indonesia memiliki harta karun terbesar kedua di dunia. Namun potensi tersebut nyatanya belum termanfaatkan secara optimal. 

Tercatat, dari sekitar 23,76 Giga Watt (GW) potensi panas bumi (geothermal), pemanfaatannya baru sebesar 2,17 GW atau hanya 9,1% dari total potensi yang ada.

Mengutip Okezone, Jumat (24/9/2021), Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, Indonesia menempati urutan ke-2 terbesar di seluruh dunia, di bawah Amerika Serikat, berdasarkan sumber daya panas bumi dan kapasitas terpasang.

Belum lama ini, Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Harris mengindentifikasikan bahwa RI memiliki potensi sebesar 23.700 megawatt (MW) total kapasitas terpasang panas bumi saat ini.

Harris menyampaikan bahwa saat ini Indonesia terdintefikasi memiliki 23.700 MW dengan teknologi advance yang bisa lebih banyak dimiliki Indonesia kedepannya.

“Sampai dengan tahun 2035, akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebesar 9.300 MW yang terpasang. Menurutnya proyeksi penambahan kapasitas ini sudah diagendakan di dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030,” ungkapnya seperti data yang beberkan dalam akun Facebook Kementerian ESDM dan dikutip pada, Jumat (24/9/2021).

Namun demikian, Harris menegaskan bahwa saat ini draft yang diaketahui sudah terdapat angkanya dan jangka pendek sampai 2025 capai target EBT 23% dan ditargetkan bangun PLTP kapasitas 3.575 MW. 

“Saat ini kapasitas terpasang 2.175 MW ada tambahan 1.400-an mega," pungkasnya.

Diketahui, dalam RUPTL sampai tahun 2030 teradapat penambahan kapasitas dari panas bumi sebesar 2.620 MW. Dimana, sebagian pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) berada di Jawa dan Sumatera. Oleh karena itu, optimalisasi panas bumi diperlukan agar dapat dilakukan pemanfaatan potensi panas bumi di wilayah lain di Indonesia. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD