AALI
12850
ABBA
193
ABDA
0
ABMM
3240
ACES
1005
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4870
ADHI
675
ADMF
8050
ADMG
191
ADRO
3320
AGAR
358
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
62
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
1035
AKSI
232
ALDO
920
ALKA
292
ALMI
266
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
545.54
1.19%
+6.41
IHSG
6955.74
1.94%
+132.41
LQ45
1021.05
1.27%
+12.84
HSI
20470.86
1.74%
+350.18
N225
26712.36
1.17%
+309.52
NYSE
15035.87
-0.06%
-8.65
Kurs
HKD/IDR 1,875
USD/IDR 14,728
Emas
870,824 / gram

Ribu-ribut Sri Mulyani Vs Fadel Ternyata Bukan Karena Pemangkasan Anggaran

ECONOMICS
Kiswondari Pawiro
Rabu, 08 Desember 2021 09:26 WIB
Polemik antara pimpinan MPR dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani ternyata bukan karena pemangkasan anggaran.
Ribu-ribut Sri Mulyani Vs Fadel Ternyata Bukan Karena Pemangkasan Anggaran (FOTO: MNC Media)
Ribu-ribut Sri Mulyani Vs Fadel Ternyata Bukan Karena Pemangkasan Anggaran (FOTO: MNC Media)

"Perdebatan itu sudah selesai saat palu diketok di DPR dan Dipa 2022 diterima langsung oleh Ketua MPR di Istana bersama pimpinan lembaga dan kementerian yang lain. Harapan ketua MPR, setelah pertemuan Beliau dengan Menkeu di Bali, tidak ada lagi pihak yang mencoba memperkeruh situasi. Karena antara pimpinan MPR dan Menkeu sudah sepakat untuk bertemu dalam forum resmi. Pertemuan akan membahas berbagai hal, khususnya untuk meningkatkan sinergitas antara MPR RI dengan Kementerian Keuangan," kata Ma'ruf menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta, dikutip Rabu (8/12/21).

Ma'ruf menjelaskan MPR RI tidak terlalu mempersoalkan refocusing anggaran MPR RI. Karena faktanya, penurunan anggaran MPR RI telah berlangsung sebelum pandemi Covid-19. Di tahun 2018 anggaran MPR RI sebesar Rp 1,04 triliun, menurun menjadi Rp 958,4 miliar di tahun 2019. Pada 2020, anggaran MPR kembali dipotong menjadi Rp 800,5 miliar dan turun kembali menjadi Rp 777,2 miliar di tahun 2021.

"Di tahun depan, MPR RI hanya mendapatkan anggaran sebesar Rp 695,7 miliar dan MPR juga telah siap mencadangkan anggaran 5% dari Pagu 2022 sebesar 35M dan tetap mendukung kinerja pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Sampai titik inipun kami tidak masalah," terangnya.

Ma'ruf pun mengungkap bahwa tidak semua lembaga/kementerian mengalami penurunan anggaran di masa pandemi Covid-19. Seperti misalnya anggaran Kementerian PPN/Bappenas yang justru naik di tahun 2022 menjadi Rp 1,375 triliun dari tahun sebelumnya Rp 1,060 triliun. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga naik menjadi Rp 44,012 triliun di tahun 2022, dari Rp 43,020 triliun di tahun 2021. DPR RI dan DPD RI yang kantornya sama dengan MPR RI pun mengalami kenaikan anggaran.

"DPR RI mengalami kenaikan dari Rp 5,492 triliun di 2021, menjadi Rp 5,564 triliun pada tahun 2022. Anggaran DPD RI juga naik dari Rp 983,2 miliar di tahun 2021 menjadi Rp 987 miliar pada tahun 2022. MPR RI tidak mempersoalkan adanya lembaga atau kementerian anggarannya justru naik di kala pandemi Covid-19. MPR RI yang diisi 575 anggota DPR dan 136 anggota DPD, tetap siap mendukung pemerintah dalam menjaga kesinambungan pembangunan yang partisipatif," pungkas Ma'ruf. (RAMA)

Halaman : 1 2 Tampilkan semua
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD