AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Sah, Sertifikat Vaksin Covid-19 dari Indonesia dan Malaysia Bisa Berlaku di Kedua Negara

ECONOMICS
Dominique Hilvy Febriani
Senin, 18 Oktober 2021 15:06 WIB
Menlu RI dan Menlu Malaysia sepakat memberi pengakuan sertifikat vaksin Covid-19 kedua negara.
Sah, Sertifikat Vaksin Covid-19 dari Indonesia dan Malaysia Bisa Berlaku di Kedua Negara(Dok.MNC Media)
Sah, Sertifikat Vaksin Covid-19 dari Indonesia dan Malaysia Bisa Berlaku di Kedua Negara(Dok.MNC Media)

IDXChannel - Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dan bersama Menlu Malaysia Dato’ Saifuddin Abdullah menyepakati terkait kolaborasi dalam penanggulangan pandemi Covid-19 yakni dengan menyepakati pengakuan sertifikat vaksin Covid-19 kedua negara.

“Kami sepakat bahwa semua vaksin yang telah mendapatkan EUL WHO harus diperlakukan sama dan Tidak boleh ada diskriminasi. Untuk itu, kita membahas pentingnya kedua negara membuat Mutual Recognition untuk sertifikat vaksin,” kata Retno dalam konferensi pers virtual dengan Menlu Malaysia (18/10/2021).

Selain itu, kedua Menlu juga sepakat untuk melakukan pengaturan lab-lab yang
dipergunakan untuk melakukan tes PCR guna mengurangi penyalahgunaan keterangan hasil tes dan mengurangi resiko penularan covid.

Pada kesempatan itu, Retno menyampaikan pengelolaan pandemi di tanah air yang mengalami kemajuan yang sangat signifkan dengan positivity rate sudah dibawah 1%.

“Kita juga bertukar pikiran mengenai program vaksinasi di kedua negara yang Alhamdullillah telah melampaui target dari WHO.

Di dalam pertemuan, Retno juga menyampaikan apresiasi atas program vaksinasi yang diberikan Malaysia untuk WNA termasuk WNI yang berada di Malaysia.

Retno dan Dato’ Saefuddin juga membahas penguatan arsitektur ketahanan kesehatan di kawasan yang mampu menghadapi potensi pandemi ke depan.
“Kita sepakat bahwa agenda ini akan menjadi salah satu agenda penting dalam pembahasan KTT ASEAN pada akhir Oktober ini,” ujarnya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD