AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Sandiaga Uno Targetkan 30 Juta UMKM Masuk Ekosistem Digital di 2023

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Rabu, 11 Agustus 2021 21:50 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menargetkan 30 juta UMKM Indonesia masuk eksositem digital pada tahun 2023.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Sandiaga Uno menargetkan 30 juta UMKM Indonesia masuk eksositem digital pada tahun 2023.  (Foto: MNC Media)
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menargetkan 30 juta UMKM Indonesia masuk eksositem digital pada tahun 2023. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menargetkan 30 juta UMKM Indonesia masuk eksositem digital pada tahun 2023. Pasalnya, dengan digitalisasi bonus demografi yang dimiliki Tanah Air dapat mewujudkan mimpi Indonesia Emas 2045.

Dalam membangkitkan UMKM go digital, Sandi menekankan beberapa hal. Pertama, literasi Sumber Daya Manusia (SDM). Sebab menurutnya, SDM merupakan modal utama dalam sebuah pengembangan yang berawal dari gagasan, ide, dan pemikiran.

“Diharapkan dengan SDM ini mampu menjadikan produk bernilai rendah menjadi produk bernilai tinggi dan berdaya jual tinggi,” kata Sandi dalam webinar bersama mahasiswa Universitas Bung Hatta, Rabu (11/8/2021).

Kedua, ia menuturkan ekonomi kreatif secara tidak langsung mengarahkan dan mencoba menciptakan wirausahawan yang handal dalam berbagai bidang. Selain itu juga, mendorong para UMKM untuk melakukan transformasi digital untuk mencapai pasar dengan mudah.

“Menariknya, ternyata yang menjadi penyelamat selama pandemi adalah komunitas. Hampir 80% bergantung kepada kekuatan komunitas,” jelas Mas Menteri.

Terkait hal itu, ia mencontohkan, di kalangan anak muda ada komunitas yang diberi nama ‘Teman Bantu Teman’. Dimana pada komunitas ini, para anggota komunitas membuka open order untuk menjajakan produknya melalui WhatsApp group. Hal ini menunjukkan bahwa ketangguhan anak muda dalam membangun perekonomian bisa dilakukan dengan gotong royong.

“Ini nyatanya berhasil mengurangi laju penurunan tenaga kerja yang di PHK,” tambahnya.

Ia menambahkan ada beberapa program Kemenparekraf yang tengah digodok untuk mewujudkan Indonesia Emas, diantaranya Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Beli Kreatif Lokal. Dengan program ini, Mas Menteri berharap pada 2023 dapat melahirkan 30 juta UMKM.

“Peran generasi muda bukan kaum rebahan, tapi generasi muda adalah agen perubahan,” tutupnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD