Selain itu, kata Ferry, segmen menengah ke bawah juga relatif rentan. Sebab, sangat sensitif terhadap kenaikan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan inflasi kebutuhan pokok.
Sementara itu, rumah tapak yang dibeli untuk kebutuhan hunian (end-user driven) relatif lebih resilien karena permintaannya berbasis kebutuhan dasar, bukan spekulasi.
Lebih lanjut, Ferry mengungkapkan, kawasan industri berbasis aktivitas manufaktur riil juga cenderung lebih stabil. "Terutama jika didukung investasi jangka panjang, meskipun tetap dipengaruhi kondisi permintaan global," katanya.
Ferry juga menuturkan, secara umum, pasar properti cenderung melalui tiga fase saat menghadapi tekanan eksternal.