AALI
8050
ABBA
222
ABDA
0
ABMM
805
ACES
1340
ACST
222
ACST-R
0
ADES
1825
ADHI
865
ADMF
8100
ADMG
154
ADRO
1290
AGAR
404
AGII
1190
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
300
AHAP
65
AIMS
374
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3130
AKSI
476
ALDO
735
ALKA
234
ALMI
242
ALTO
374
Market Watch
Last updated : 2021/06/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.88
0.99%
+4.52
IHSG
6087.84
1.53%
+91.59
LQ45
868.47
1.11%
+9.54
HSI
28309.76
-0.63%
-179.24
N225
28884.13
3.12%
+873.20
NYSE
16411.98
1.66%
+268.03
Kurs
HKD/IDR 1,852
USD/IDR 14,400
Emas
823,703 / gram

Sri Mulyani Bakal Beri Pajak Lebih Mahal ke Kendaraan Penghasil Emisi Tinggi

ECONOMICS
Rina Anggraeni/Sindonews
Jum'at, 11 Juni 2021 14:06 WIB
Menkeu Sri Mulyani bakal menerapkan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) lebih tinggi bagi kendaraan yang memiliki emisi karbon tinggi.
Sri Mulyani Bakal Beri Pajak Lebih Mahal ke Kendaraan Penghasil Emisi Tinggi (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyiapkan sejumlah kebijakan dalam mengurangi emisi karbon di Indonesia. Salah satunya menerapkan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) lebih tinggi bagi kendaraan yang memiliki emisi karbon tinggi.

"Kementerian Keuangan  mendivervikasi keuangan kita. Apakah tax holiday, atau lewat PPnBM yang kendaraan yang punya emisi tinggi dikenakan pajak yang lebih tinggi. Kami akan dukung pemda melalui DAK fisik, nonfisik, DID untuk meningkatkan awareness climate change di daerah,"  kata Sri Mulyani dalam video virtual, Jumat (11/6/2021). 

Lanjutnya, komitmen Indonesia dalam mengatasi masalah perubahan iklim. Berbagai instrumen pun menjadi andalan pemerintah untuk memitigasi dampak yang terjadi. 

Salah satunya melalui penerbitan green bond atau green sukuk bond. Terbaru, pemerintah menerbitkan sukuk hijau global senilai USD750 juta atau Rp10,5 triliun (kurs Rp14 ribu per USD) untuk tenor selama 30 tahun.


"Dalam soal ini, Indonesia terdepan dan banyak emerging dan developing country melihat pengalaman Indonesia. Green sukuk kita juga di-certified," katanya 

Ia menambahkan underlying green sukuk ini juga konsisten dengan budget tagging yang dilakukan oleh pemerintah. 

"Pemerintah berkomitmen bukan hanya instrumennya saja, tetapi proyek yang dibiayai juga bisa berkontribusi menurunkan emisi karbon," tandasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD