AALI
8350
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1490
ACES
1325
ACST
246
ACST-R
0
ADES
2860
ADHI
875
ADMF
7675
ADMG
214
ADRO
1330
AGAR
356
AGII
1300
AGRO
2340
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
64
AIMS
338
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
0
AKRA
3870
AKSI
430
ALDO
735
ALKA
238
ALMI
236
ALTO
304
Market Watch
Last updated : 2021/09/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
454.35
-1.02%
-4.68
IHSG
6092.49
-0.66%
-40.75
LQ45
853.46
-1.04%
-8.98
HSI
24055.66
-3.47%
-865.10
N225
30500.05
0.58%
+176.75
NYSE
16460.35
-0.7%
-116.45
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,230
Emas
801,690 / gram

Sri Mulyani Bakal Beri Pajak Lebih Mahal ke Kendaraan Penghasil Emisi Tinggi

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Jum'at, 11 Juni 2021 14:06 WIB
Menkeu Sri Mulyani bakal menerapkan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) lebih tinggi bagi kendaraan yang memiliki emisi karbon tinggi.
Sri Mulyani Bakal Beri Pajak Lebih Mahal ke Kendaraan Penghasil Emisi Tinggi (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyiapkan sejumlah kebijakan dalam mengurangi emisi karbon di Indonesia. Salah satunya menerapkan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) lebih tinggi bagi kendaraan yang memiliki emisi karbon tinggi.

"Kementerian Keuangan  mendivervikasi keuangan kita. Apakah tax holiday, atau lewat PPnBM yang kendaraan yang punya emisi tinggi dikenakan pajak yang lebih tinggi. Kami akan dukung pemda melalui DAK fisik, nonfisik, DID untuk meningkatkan awareness climate change di daerah,"  kata Sri Mulyani dalam video virtual, Jumat (11/6/2021). 

Lanjutnya, komitmen Indonesia dalam mengatasi masalah perubahan iklim. Berbagai instrumen pun menjadi andalan pemerintah untuk memitigasi dampak yang terjadi. 

Salah satunya melalui penerbitan green bond atau green sukuk bond. Terbaru, pemerintah menerbitkan sukuk hijau global senilai USD750 juta atau Rp10,5 triliun (kurs Rp14 ribu per USD) untuk tenor selama 30 tahun.


"Dalam soal ini, Indonesia terdepan dan banyak emerging dan developing country melihat pengalaman Indonesia. Green sukuk kita juga di-certified," katanya 

Ia menambahkan underlying green sukuk ini juga konsisten dengan budget tagging yang dilakukan oleh pemerintah. 

"Pemerintah berkomitmen bukan hanya instrumennya saja, tetapi proyek yang dibiayai juga bisa berkontribusi menurunkan emisi karbon," tandasnya. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD